Contoh Cerpen: Cinta | Persahabatan | Singkat | Cocok Untuk Tugas Sekolah

CONTOH CERPEN – Hallo teman-teman semua gimana kabarnya? Sehat kan? Alhamdulillah deh kalo teman-teman pada sehat mimin jadi ikut seneng. Oh iya di kesempatan yang ada seperti ini kami akan mengulas pembahasan tentang contoh cerpen lhooooo.

Nah sebelumnya teman-teman pasti tau dong apa itu cerpen? Ketika itu saat kita masih duduk dibangku sekolah dasar kita sering loh mendengarkan sebuah kisah pendek atau cerita pendek yang dicerikatakan oleh guru kita, nah cerita pendek itulah singkatan dari kata cerpen hehe.

Cerita pendek atau biasanya cerita pendek ini biasa dikatakan dengan sebutan cerpen yang mana cerpen ini ialah singkatan kata dari kata cerita pendek, nah cerpen ini adalah merupakan salah satu karya tulis yang juga termasu kedalam jenis prosa narasi fiktif.

Sama seperti dengan namanya, cerpen ini kebanyakan lebih singkat, padat dan isi cerita atau kisah dari cerpen itu langsung menuju ke tujuan atau inti dari cerita tersebut, berbeda sekali apabila dibandingkan dengan jenis tulisan buku fiksi dan jenis-jenis tulisan lainnya.

Dalam pemakaian cerpen singkat juga termasuk dengan cerita pendek yang merupakan sebuah wujud prosa naratif fiktif. Cerpen ini lebih condong ke singkat, padat dan langsung kepada tujuan intinya berbeda sekali apabila kita bandingkan dengan karya-karya fiksi lainnya, misalkan seperti novel dan novella.

Cerpen atau bisa disebut juga dengan cerita pendek singkat adalah salah satu jenis karya sastra yang menjelaskan dan membahas mengenai cerita atau kisah manusia dan juga mejelaskan seluk beluknya manusia melewati tulisan pendek dan singkat itu.

Adapun pengertian cerita pendek lainnya bahwa cerpen ini adalah sebuah karangan fiktif yang didalamnya mengandung mengenai kehidupan seseorang yang dikisahkan melelui tulisan secara ringkas dan juga singkat yang memiliki fokus kepada satu tokoh saja.

Daripada penasaran mending langsung saja kita simak bareng-bareng pembahasan mengenai contoh cerpen yang cocok untuk dicontoh apabila mendapatkan tugas sekolah dari seorang guru. Semoga bermanfaat.

Pengertian Cerpen

contoh cerpen
wallup.net

Cerita pendek atau cerpen ini umumnya hanya membawa kata-kata yang jumlahnya tidak cukup banyak, jumlah kata pada cerpen ini biasanya hanya 10.000 kata, namun ada juga cerpen yang didalam tulisannya hanya mengandung jumlah kata yang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan karya tulis fiksi seperti novel dan lain sebagainya.

Selain itu contoh cerpen memberikan sebuah tambahan dan kesan tunggal yang begitu indah dan juga menujukan diri kepada salah satu tokoh dan hanya satu keadaan saja.

Cerpen ialah sebuah singkatan kata dari cerita pendek singkat. Yang dimaksud dari cerita pendek disini ialah isi cerita yang terkandung didalam cerpen itu berasal dari 10.000 kata atau juga kkurang dari 10 halaman. Contoh cerpen atau cerita pendek ini biasanya hanya memberikan kesan satu-satunya yang demikian dan menujukan diri kita pada satu suasana dan satu tokoh saja.

Cerpen atau cerita pendek terdapat beberapa macam jenis karya sastra yang menjelaskan cerita atau kisah kehidupan seseorang melalui tulisan pendek pada sebuah buku.

Cerpen atau cerita pendek atau bisa juga disebut dengan cerita singkat biasa dikatakan sebagai bentuk karangan fiktif yang didalamnya berisikan mengenai labih dari satu kehidupan seseorang atau terhitungnya sebuah kehidupan yang dikisahkan secara singkat yang memiliki tujuan pada satu tokoh saja.

Dibawah ini terdapat suatu pendapat dari satu ahli dapat didefinisikan sebagai berikut:

Ciri-Ciri Cerpen

contoh cerpen
bericontoh.com

Terdapat beberapa ciri-ciri cerpen harus untuk diketahui oleh kita. Sebagia besar seseorang mengira bahwa cerpen itu ialah novel, sedangkan apabila kita pandang dari jumlah katany saja sudah beda jauh sekali. Berikut dibawah inilah keterangan yang lebih jelasnya.

  • Jalan cerita dari cerpen ini cenderung lebih pendek apabila dibandingkan dengan novel.
  • Cerpen adalah cerita pendek yang didalamnya hanya mengandung kata yang berasal dari 10.000 kata saja.
  • Cerpen atau cerita pendek ini umumnya mengisahkan cerita singkat yang awal mulanya berasal dari kehidupan seseorang atau manusia.
  • Cerpen ini tidak menjelaskan cerita dengan cara keseluruhan, namun cerpen ini lebih menuju diri kita kepada suatu atau satu tokoh saja.
  • Tokoh dalam cerpen ini dijelaskan mendapati konflik atau masalah hingga pada langkah penuntasannya.
  • Cerpen atau cerita pendek ini selalu menggunakan kata yang simpel dan juga ekonomis serta sangat ringan untuk dikenal oleh para pembaca.
  • Kesan-kesan yang ditinggalkan pada cerpen ini ialah berasal dari contoh contoh cerpen itu sendiri yang memang benar-benar mendalam supaya orang-orang yang membaca ini akan ikut merasakan sebuah alur cerita dari kisah tersebut.
  • Biasanya hanya satu persoalan saja yang diceritakan didalam cerpen ini.
  • Mempunyai kronologi cerita utama dan lurus.
  • Penokohan di cerpen ini sangat sederhana sekali, tidak terlalu mendalam dan juga singkat.

Struktur Cerita Pendek/Cerpen

contoh cerpen
infoana.com

Ketika sedang membuat contoh cerpen singkat kita juga harus sadar dengan struktur atau kerangka yang berasal dari sebuah cerpen singkat. Ada juga struktur cerpen itu berasal dari orientasi, abstrak, evaluasi, komplikasi, resolusi dan koda.

Untuk keterangan lebih jelasnya, mari kita ulas kerangka/struktur cerpen tersebut.

1. Abstrak

Abstrak ialah rangkuman yang awal mulanya berasal dari sebuah cerita. Abstrak adalah inti berasal dari kisah yang bisa dikembangkan menjadi sebagian rangkaian peristiwa/kejadian. Abstrak juga mampu dikatakan sebagai penjelasan awal didalam sebuah cerita.

Wujud dari abstrak ini berwujud opsional yang mana didalam sebuah kisah singkat, kita boleh untuk tidak memanfaatkan abstrak.

2. Orientasi

Orientasi ialah persoalan yang ada kaitannya dengan suasana, tempat dan kala yang terdapat didalam sebuah cerita tersebut. Umumnya orientasi ini tidak hanya terpaku pada satu tempat saja, suasa dan waktu saja. Karena didalam sebuah kisah ini terkandung banyaknya peristiwa-peristiwa dan suatu tokoh yang berbeda-beda.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah sebuah rangkaian peristwa yang terikat dan ber-risikan tentang disebabkan dari akibat kejadian sebuah kisah. Dalam struktur ini kalian akan sanggup untuk memilih watak (sifat) atau ciri-ciri yang berasal dari tokoh-tokoh cerita.

Watak (sifat) atau ciri-ciri yang berasal dari tokoh sanggup terlihat dikarenakan rumitnya persoalan yang merasa terlihat.

4. Evaluasi

Evaluasi yakni struktur berasal dari permasalahan-permasalahan yang terdapat didalam sebuah cerita yang menuju pada titik puncak permasalahan dan merasa mendapatkan penjelasan penyelesaian yang berasal dari permasalahan atau konflik tersebut.

Struktur ini adalah struktur yang sangat penting sekali, karena struktur ini untuk menentukan menarik atau tidaknya sebuah cerita. Dalam struktur ini penulis bisa menunjukan permasalahan-permasalahan yang mampu membuat hati para pembaca terbawa dengan suasana, sehingga pembaca lebih menghayati dan juga menjiwai ciri-ciri yang ada dalam cerita ini.

5. Resolusi

Resolusi adalah penyelesaian yang berasal dari evaluasi. Umumnya resolusi ini hal yang paling sering ditunggu-tunggu oleh para pembaca, dikarenakan di struktur ini pengarang sedikit menambahkan solusi tentang permasalahan yang sedang dialami oleh seorang pelaku atau tokoh yang ada didalam cerita.

6. Koda

Koda adalah pelajaran ataupun nilai yang mampu diambil yang berasal dari suatu cerita. Koda adalah hikmah yang terdapat didalam sebuah cerita. Biasanya koda ini bisa diketahui setelah pembaca membaca seluruh kisah yang ada didalam cerita pendek yakni berasal dari permulaan sampai akhir berasal dari cerita. Koda ini bisa berwujud berupa hasehat, pelajaran dan peringatan untuk para pembacanya.

Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

contoh cerpen
notepam.com

Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik cerpen ialah unsur yang membentuk dan terkandung diluar cerita pendek tersebut (unsur yang letaknya berada di luar karya sastra). Unsur-unsur ekstrinsik ini berasal dari cerpen (cerita pendek) yang tidak bisa terlepas dari keadaan penduduk waktu dimana cerita pendek atau cerita singkat ini dibuat oleh si penulis.

Unsur ini mempunyai banyak efek-efek kepada penyampaian amanat ataupun latar belakang yang berasal dari contoh cerpen (cerita pendek) itu sendiri. Dibawah ini terdapat beberapa penjelasan mengenai unsur intrinsik dan unsur-unsur ekstrinsik cerpen yang awal mulanya berasal dari cerita pendek diantaranya sebagai berikut:

Unsur Intrinsik

  • Berasal dari tidak benar satu berasal dari tema ini, maksudnya adalah tidak benar satu yang berasal dari inspirasi pokok yang telah mendasari di jalalannya, di sebuah cerita yang terdapat didalam sebuah pembahasan cerpen.
  • Tidak benar satu berasal dari plot atau kronologis, yang dimaksud adalah berasal dari alur jalan pada yang terdapat didalam sebuah cerpen.
  • Ketika sendang mengerjakan setting (pengatura) hampir sama dengan tempat, keadaan, dan saat yang telah berlangsung ketika mengerjakan sebuah kisah pendek.
  • Tokoh, adalah pelaku yang tercantum langsung dengan isi dari sebuah cerpen itu sendiri.
  • Penokohan, bisa memberikan sebuah ciri-ciri lain pada tokoh di cerita atau kisah yang terdapat didalam cerpen tersebut.
  • Sudut Pandang, cara pandang penulis terikat melihat atau memandang sebuah kejadian didalam sebuah cerita pendek.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

  • Background atau Latar Belakang Penduduk, sebuah efek yang ada dari situasi dan kondisi latar belakang penduduk atau masyarakat dengan terjadinya sebuah jalan cerita.
  • Latar Belakang Pengarang, berasosiasi kepemahaman penulis yang terikat sejarah hidupnya dan juga dengan sejarah yang berhasil dikarang sebelumnya.

Baca juga artikel : contoh resensi novel

Contoh Cerpen Cinta

contoh cerpen
lokerseni.web.id

Cinta sejati, apakah kalian meyakini mengenai persoalan itu? Konon “Cinta Sejati” ini pasti dimiliki oleh setiap orang. Cinta yang menurut dia cinta itu sangat indah dan dapat membuat orang-orang yang sedang merasakan indahnya cinta bisa merubah seseorang yang dulunya sedih bisa menjadi manusia yang bahagia.

Ketika aku sedang mengamati bingkai yang berwarna putih yang terdapat di pinggir tempat tidurku. Aku langsung tersenyum ketika sedang mengamati benda-benda yang terdapat didalam bingkai tersebut.

Benda-benda yang terdapat didalam bingkai itu bukan sebagai lukisan atau foto-foto yang biasa ditaruh didalam bingkai, namun benda yang terdapat didalam benda itu hanya sehelai kertas yang kusut, yang mana kerta itu ialah kertas catatan PKN yang ketika itu aku robek-robek.

Buku tersebut ialah buku seseorang yang aku robek-robek kurang lebih sekitar 3 tahun lalu dimana ketika itu sedang ada sebuah acara yakni acara perpisahan SMP. Seseorang itu tidak mengetahu bahwa aku telah merobek-robek buku catatan yang dimiliki olehnya.

Bahkan ada kemungkinan bahwa dia ini tidak pernah mengenali dikiru. Aku adalah hanya salah satu fans dari ratusan fans-fans yang keberadaannya berada di daerah lingkungan sekolah.

Akhirnya aku mengeluarkan kertas itu dari dalam bingkai yang terdapat ditepi tempat tidurku. Kupeluk robekan kertas itu secara mesra, dan aku mencoba untuk mengajak robekan kertas itu untuk senyum dan tertawa bareng bersamaku.

Sungguh gila dan konyol bukan? Ya memang sangat gila dan konyol. Setelah merasa puas dengan persoalan yang akulakukan barusan, kemudian akupun menaruhkan robekan kertas itu kedalam bingkai yang letak bingkai itu berada di meja tepi tempat tidurku.

Sungguh gila, konyol, memang. Sesudah puas dengan hal yang kulakukan tersebut, aku lalu menaruhkannya kertas itu kembali ke dalam bingkai yang berada atas meja belajarku.

Tiba-tiba kertas itu keluar dari jendela dan terbang begitu saja dikarenakan ada hembusan angin yang meniup kertas itu hingga jatuh di perkarangan. Ketika itu aku langsung bergegas keluar dari rumahku untuk tujuan mengejar dan mengambil kembali robekan kertas tersebut.

Robekan kertas itulah satu-satunya barang yang dapat membuat aku selalu mengingatnya.

Ketika aku hampir saja mendekat dan mengambil robekan kertas itu, lagi-lagi angin menghembuskan udara yang sangat kencang sehingga hembusan angin itu membawa terbang jauh robekan kertas yang aku kejar-kejar. Ketika itu aku benar-benar merasa kesal, akan tetapi aku selalu berusaha untuk mengambil kembali robekan kertas itu ke tanganku, karena itulah satu-satunya barang yang sangat aku sayangi.

Ketika itu aku ingin mengambil kembali robekan kertas itu, ternyata robekan kertas tersebut diinjak-injak oleh orang-orang yang melewati jalan itu. Kemudian orang yang menginjak kertas itu langsung mengambil kertas itu. Meskipun demikian, aku masih saja merasa kesal ketika aku mengetahuinya telah menginjak kertas tersebut.

Rasa kesal pun masih ada didalam benakku, sehingga ketika itu aku masih mengamati jalanan yang berdebu dan ditemani dengan rasa kekeselan yang sangat luar biasa.

Orang itu menghampiriku dan berkata “Ohh, dari tadi kamu ya mengejar-ngejar kertas ini?” Orang tersebut berkata demikian. Lalu ketika aku mendengar suara dari ucapan mulut seseorang kepadaku aku masih sangat mengenali sekali suara tersbu, kemudian aku langsung mengengok dan tertuju kepada wajah dari yang punya suara itu.

HAHHHHH ….

Loh, kamu kan yang punya kertas yang waktu itu kertas kamu aku robek-robek? A Malik Pria tampan, keren dan pintar itu ….. Bagaimana ceritanya kamu bisa disini, di tempat ini?

Aku : “Maaf. Waktu itu aku diam-diam mengambil bukumu dan merobek-robek buku kamu”.

Malik : “Enggak papa ko rini bener enggak papa. Karena aku juga sering loh diem-diem ngambilin foto-foto kamu”.

Aku : “Akunya kepadaku? Ko kamu bisa tau nama aku sih? Terus foto-foto? diam-diam?”.

Malik : “Lebih indah lagi kalo kita nostalgianya ditaman itu aja yuk”. Perkataannya sambil menggenggam tanganku dan membawaku menuju taman.

Disitu aku benar-benar tidak mempercayai dengan persoalan yang sedang aku alami dan aku lihat sendiri dengan mata kepalaku, dan ternyata selama ini fotoku telah berada didalam dompetnya Malik?

Malik : “Dulu aku sangat menyukai dan mencintai kamu rini. Karena kamu adalah satu-satunya perempuan yang tidak pernah sekalipun menyapa diriku ketika berada di skolah. Rini kamu benar-benar perempuan yang sangat cuek dan aku sangat menyukainy”. Perkataannya dilantunkan kepadaku sambil tersenyum manis.

Malik : “Ketika itu, aku benar-benar ingin sekali mempunyai kesempatan untuk lebih mengenalimu lebih dalam lagi dan juga sekaligus bisa jadi kekasih atau teman hidupmu rini. Akan tetapi apa daya, untuk berada didekatmu saja aku sudah sangat terasa gemeteran, ditambah bisa berbincang-bincang berdua denganmu ditaman yang indah seperti ini”.

Malik : “Sebenarnya aku udah tau kok kalo kamu yang merobek-robek kertas bukuku. Hanya saja ketika itu aku berusaha untuk pura-pura tidak mengetahui bahwa kamu yang telah merobek-robek kertas bukuku. Justru ketika itu aku sangat senang sekali kalo mengetahui kamulah orangnya rini yang telah merobek-robek kertas yang saat ini kamu kejar-kejar. Dengan begitu berarti kamu sama perasaannya denganku kan? Ayoo ngaku saja rini!”. Ujar Malik yang diiringi dengan senyuman malu.

Malik : “Jujur saja sampai saat ini aku masih tetap merasa bingung ingin berkata apa kepadamu rini, kamu percaya nggak sih dengan yang namanya true love?”.

Aku : True Love? Emang arti dari kata itu apa?” Tanya aku kepadanya.

Malik : “Awal mulanya aku benar-benar ragu sekali, akan tetapi pada hari ini aku sangat mempercayai akan adanya kata true love tersebut, bahwa true love itu memang benar-benar ada dan nyata. Saat ini, hari ini, detik ini aku sudah benar-benar menemukan true love tersebut dan saat ini sudah tepat berada disampingku. Dari dulu aku sangat suka dan mencintaimu Rini”. Perkataan Malik kepadaku seperti itu.

Malik : “Will you be My True Love, Rini?” Ujar Malik kepadaku seperti ini,

Apakah benar dia menyatakan seluruh perasaannya dihadapanku? Tanpaku sadari mulutku spontan untuk menjawab pertanyaan dan ungkapan perasan yang Malik nyatakan kepadaku “Yes I Will”.

Percaya atau tidak percaya, itulah kenyatannya. Yang namanya cinta sejati terkadang dapat datang dan lewat sendirinya, sejauh apapuun kalian mengejar cinta sejati, cinta sejati dapat menemukan arah jalannya sehingga cinta sejati itu bisa dipertemukan dengan cinta sejatinya.

Demikianlah pembahasan mengenai contoh cerpen percintaan, semoga bermanfaat ya 🙂

Contoh Cerpen Persahabatan

contoh cerpen sahabat

ANTARA AKU, DANI DAN DINI

Emang yang namanya persahabatan itu merupakan persoalan yang dipenuhi oleh warna dan juga dapat membuat hidup kita ini terasa memiliki makna yang lebih. Nah itulah yang saat ini sedang aku alami ketika aku mengenali Dani dan Dini, kedua sahabat yang memang selalu membuat separuh dari cerita perjalanan hidupku.

Saat pertama kali Aku, Dani dan Dini bertemu ketika kita sedang mendaftar untuk masuk ke SMA. Pada masa itu, kitapun mendaftar secara berbarengan dan juga kita diterima oleh sekolah negeri yang mana sekolah negeri tersebut lumayan terkenal sekali, dan pada akhirnya selama tiga tahun silam, kita seakan akan tidak pernah dipisahkan.

Banyak sekali cerita suka dan duka yang telah kita rasakan, banyak juga persoalan-persoalan yang telah kami alami sebelumnya, ada amarah, benci, rasa kesal, rindu, cemburu dan masih banyak persoalan-persoalan lainnya yang tidak cukup apabila diungkapkan melalui tulisan ini.

Ketika itu kita sudah sama-sama lulus dari bangku SMA, kemudian kita terpaksa untuk memisahkan diri yang tujuan utamaya ialah untuk meneruskan hidup dan menggapai cita-cita dengan cara masing-masing.

Walaupun kita harus terpisah seperti itu, persahabatan kami ini akan selalu terikat dan juga akan selalu eksis dalam setiap saat dan keadaan, kita akan senantiasa untuk mendekap dengan erat ingatan-ingatan tentang kenangan-kenangan bersama mereka semua.

Tentunya aku pribadi tidak akan pernah yang namanya melupakan seluruh atau semua kenangan-kenangan bersama sahabat-sahabat tercinta seperti mereka ini, dan juga ketika awal kita berjumpa di sekolah tidak akan pernah aku lupakan.

Mencari sesok teman atau seorang sahabat ini susah sekali, maka dari itu untuk kalian yang memiliki sahabat jangan sampai pernah untuk mengecawakan atau membuat sahabat kalian itu kecewa atas perilaku atau tingkah laku kalia yang kurang berkenan kepadanya.

“Hay, Aku Malik”.

“Hayy.. Aku Dani dan ini adalah Dini kembaranku”.

“Oalah kalian ini saudara kandung? Kaka adik yang kembar hanya beda jenisnya saja? Tadi itu aku kira kalo kalian ini adalah pesangan kekasih yang harmonis dan romantis, eh rupanya saudara kembar”.

“Apa yang kau bilang kepadaku? Aku dan Dini ini bukan sepasang kekasih, tapi kita ini sepasang manusia kembar yang memiliki rencana untuk membawa kota ini menuju ke era baru”.

“Oalah rupanya ceritanya ini seperti itu to”.

Kesan-kesan saat pertama kali aku mengenali Dani ini emang agak sedikit berbeda apabila kita bandingkan dengan anak-anak yang lain. Dani ialah anak laki-laki yang tampil apa adanya, dia tidak menyembunyikan segala persoalan yang ada didalam benak fikirannya

Demikianlah contoh cerpen tentang sahabat yang bisa kami berikan untuk teman-teman semua

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

contoh cerpen
infoana.com

Berikut dibawah ini ada sedikit contoh cerpen bahasa Indonesia, yuk langsung saja kita simak bareng-bareng contoh cerpen bahasa Indonesia ini. Selamat menyimak 🙂

KALAU YANG NAMANYA JODOH PASTI BERTEMU

Dani dan Sintia sudah menjalin hubungan sepesial yaitu pacaran dari mereka berdua kelas 1 SMA sampai saat ini sudah mulai memasuki tahun ke-3. Mereka berdua ialah seorang pelajar kelas XII di SMA 4 Negeri Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Hubungan yang mereka berdua jalani lumayan cukup baik, sama dengan pasangan-pasangan lainnya yang sering dan juga gemar menghabiskan waktu berdua seperti jalan berdua, makan berdua, membicarakan banyak-banyak persoalan yang sama. Mau itu urusan didala sekolah ataupun urusan yang berada diluar sekolah.

Tahun ini ialah tahun yang terbilang lumayan cukup berat. Karena masalahnya untuk waktu yang ringkas ini mereka berdua akan mengikuti ujian akhir. Setiap mereka melakukan pertemuan atau kencan bersama, mereka selalu membicarakan mengenai keinginan untuk meneruskan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi.

Ketika seminggu lagi mereka akan melakukan kegiatan sekolah yaitu ujian akhir sekolah, mereka didalam kesehariannya berusaha terus menerus untuk belajar agar ketika ujian akhir itu dimulai maka mereka berdua bisa mendapati nilai atau hasil ujian yang sangat bagus dan memuaskan hati.

Singkat cerita, sesudah berjuang mati-matian untuk menghadapi soal-soal ujian yang begitu rumit, akhirnya mereka berdua lulus dengan mendapati nilai yang memang bisa dibilang sangat memuaskan sekali.

Dani : “Sin, aku mau bicara bedua sama kamu.” Suara dani mengganggu kesunyian diantara mereka berdua.

Sintia : “Iya Dan, ada apa? Kamu mau bicara apa Dan? Yaudah, omongin aja dan apa yang mau kamu sampein ke aku.” Ujar Sintia.

Dani : “Sintia, mungkin hari ini adalah hari terakhir kita berdua di sekolah, dan juga kemungkinan…” Tiba-tiba dani menghentikan perkatannya.

Sintia : “Iya dani, mungkin apa dani? Pertanyaan desak dari Sintia karena merasa penasaran atas perkataan yang dikatakan oleh dani.

Dani : “Sintia ada kemungkinan aku mau ngelanjutin kuliah aku keluar Kota Sukabumi.” Sunyi, hanya ada suara desahan angin yang menghembuskan udaranya.

Dani : ” Sintia aku minta buat keikhlasan kamu untuk mengakhiri hubungan kita sampai disini.” Lagi-lagi perkataan dani yang diucapkan kepada sintia membuat pecah lamunan Sintia.

Sintia : ” Oke, kalo emang mau kamu kaya gitu aku ngerti ko dan aku juga insha allah bakalan ikhlas jikalau hubungan kita berdua hanya cukup sampai disini.” Ujar Sintia sambil berusaha tegar dan berusaha untuk bangkit kembali.

Dani : ” Sintia tunggu.” Suara panggilan Adam kepada sintia sambil menarik lengan Sintia.

Sintia : ” Ada apa lagi dani? bukankah sudah jelas kalo hubungan kita cuman sampai disini aja?.” Tanya Sintia dengan sedikit suara yang dikeluarkan oleh Sintia agak sedikit parau karena menahan tangisan air mata yang akam mebasahi pipi.”

Dani : ” Sintia, aku masih sayang banget sama kamu, sama seperti halnya tiga tahun kebelakang..” Belum selesai bicara, Sintia langsung menjawab menakjubkan sekali Dani sambil tersenyum.

Sintia : ” Dani mending untuk sekarang kita berdua buktikan cinta kita dalam penantian ini, dan apabila kita berdua emang jodoh aku dan kamu suatu saat nanti akan berjumpa.” Jawaban Sintia menyudahi percakapan panjang antara Dani dan Sintia. Dani hanya bisa terdiam melihat Sintia peri dan berlalu.

Selamat 7 Tahun Sintia melewati kehidupannya dengan seorang diri tanpa ada sang kekasih yang menemaninya, buku-buku dan Oliv sahabatnya dari semenjak mereka masih kuliah. Saat ini Sintia dan Nanda ialah teman kerja di sebuah Rumah Sakit Swasta.

Ketika itu, entah kenapa Sintia nampak seperti melihat sesosok Dani, kemudian Sintia pun membatin “Apakah Dani masih mencintaiku seperti dulu?”. Dan bruukkkk.. Sintia menabrak seorang pria, ketika itu Sintia kaget ketika melihat sesosok pria yang ia tabrak itu adalah laki-laki yang beberapa detik ia lamuni.

“Sintia” “Dani.” Terdengar suara ucpaan itu dengan bersamaan. Itu perjumpaan pertama mereka sesudah 7 tahun lamanya berpisah dengan jarak dan waktu. Terlihat secara jelas bahwa dikedua matanya nampak jelas terlihat segudang rindu yang mereka simpan untuk satu sama lain.

Dari pertemuan atau perjumpaan yang secara tidak sengaja ini hingga kepada pertemuan-pertemuan selanjutnya yang memang disengaja oleh mereka. 1 Bulan sudah mereka berdau kembali menjalani hubungan apa yang dulu masih mereka simpan.

Ketika itu pada sore hari Sintia akan kembali pulang kerumah setelah bertemu dengan Dani. “Assalamu’alaikum.”

Ibu Sintia : “Walaikum salam Wrwb.” Sambutan seorang Ibu kepada Sintia.

Papah: “Bu, Sintia, ada yang mau papah sampein ke ibu dan Sintia, kalian berdua bisa berduduk sebentar kan untuk beberpaa menit saja?”. Dengan anggukan-anggukan kepala duduk disamping ibunya, sementara sang ayah tepat berada dihadapan mereka.

Papah : “Begini nak, kamu kan udah pernah bilang ke ayah kalo siapa aja yang datang untuk tujuan melamarmu tidak akan kau tolak selama orang yang datang ingin melamarmu itu orang baik dan kita semua setuju, bukan seperti itu sintia?”.

Sintia : “Iya papah,” Ujar Sintia dengan semua perasaan yang campur aduk dan tak menentu.

Papah : “Sekarang papah sama ibu udah menyepakati kalo kamu akan kita jodohkan dengan anak dari teman kami dulu, apa ada perkataan yang ingin Sintia sampaikan? atau apabila Sintia mau papah buat memintakan foto dari calon suamimu nanti”.

Sintia : “Enggak usah papah, Sintia yakin ko apa yang udah kalian pilih untuk Sintia itu pasti suatu hal yang terbaik, karena seluruh orang tua pasti sangat menginginkan kebahagiaan-kebahagiaan untuk anak-anak mereka.”

Perasaan Sintia ketika itu sangat kalang kabut dan tidak karuan, bukan karena khawatir dari pilihan orangtuanya, namun ia terus menerus memikirkan bagaimana caranya untuk memberitahukan berita ini kepad Dani. Tanpa sepengetahuan Sintia dirumah yang terpisah Dani juga dijodohkan oleh orangtuanya.

Beberapa hari sesudah kejadian hal seperti itu, mereka berdua Dani dan Sintia ini berjumpa dan juga saling menceritakan mengenai keadaan-keadaan mereka yang tidak bisa menolak suatu keinginan dari orangtuanya masing-masing.

Seluruh persiapan pun telah siap. Penganti laki-laki, saksi, penghulu dan wali nikah dari Sintia yakni Papahnya sendiri. Sintia pun tidak diperizinkan untuk keluar dari kamarnya sebelum akad nikahnya selsai, dengan perasaan-perasaan yang tidak menentu Sintia pasrah untuk menunggu.

“Akad nikahnya sebentar lagi akan dimulai” bisik dari pengiring Sintia.

Sesaat sebelum berangkat Dani masih sangat berharap sekali bahwa nama yang akan disebutkan oleh orangtuanya yang akan dijadikan sebagai calon pendamping hidupnya adalah orang yang selama ini Dani cintai, namun ketika itu masih ada sedikit keraguan didalam hati Dani, karena Dani hanya mengingat nama kekasihnya Sintia tetapi tidak mengetahui siapa nama walinya.

Selang waktu beberapa jam kemudian AKan pun dimulai. Dani menjawab lantang dengan satu tarikan nafas saja.

“Kalian berdua telah sah menjadi pasangan suami dan isteri.” Ini ialah detik-detik yang sangat menegangkan sekali untuk Sintia dan Dani karena mereka berdua akan berjumpa tanpa adanya saling mengetahui satu sama lain. Sang ibu pun menggandeng Sintia keluar kamar.

Ketika Sintia keluar dari kamar yang digandeng oleh Ibunya, Dani pun merasa kaget dan tidak nyangka ketika melihat orang yang digandeng oleh mertuanya itu ialah Sintia. Betapa bahagianya Dani ketika dirinya dipertemukan lagi dengan kekasih yang selama ini ia cintai dengan keadaan halal.

“Subhanallah” Batin dari keduanya.

Dani : “Dia adalah kekasihku dan bidadariku nanti di syurga.” Ocehan Dani sambil merasakan kegembiraan yang sangat luar biasa.

Sintia : Ya Allah, apakah ini hadiah untuk keikhlasanku ketika itu.” Batin Sintia. Dengan berlinangan air mata yang membasahi pipinya Sintia pun mencium tangan Dani yang saat ini menjadi suaminya dan Dani ketika mencium kening Sintia mengatakan sebuah perkataan.

Dani : “Ana Uhibbuki Fillah SIntia (aku mencintaimu karena Allah Sintia)

Sintia : “Ahabbakalladzi ahbabtani lahu (Semoga Allah mencintaimu yang sudah mencintaiku karenanya) Ujar Sintia kepada Dani.

Itulah contoh cerpen bahasa Indonesia yang bertemakan tentang Jodoh, contoh cerpen ini bisa kalian jadikan referensi ketika kalian ingin membuat cerpen.

Contoh Cerpen Cerita Anak

contoh cerpen
on5yirmi5.com

PELANGI

Hari itu, hujan yang turun membasahi bumi sangat deras sekali. Aku dan Dani sendang menunggu angkutan umum untuk kembali pulang kerumah. Kami berdua menunggu bus di pinggir jalan yang beratapan dengan atap ruko sambil menggigil kedinginan.

TIba-tiba Dani memecah kesunyian diantara kita berdua.

Dani : “Lik kamu tau gak? kata orang-orang nih, biasanya kalo habis hujan suka ada pelangi diatas awan itu.” Tanya Dani kepadaku.

Malik : “Tau lah dani masa sih gatau, eh tapi sebelumnya aku belum pernah tuh ngelihat pelangi secara nyata. Apa kita tunggu aja gitu yah hujannya sampe berhenti, siapa tau aja nanti bakalan muncul pelangi diatas awan itu.” Jawabanku kepada Dani

Dani : “Ah gak mau lik, aku capek banget ini. Kita disini nunggu bis sambil kehujanan udah lebih dari satu jam loh tapi belum reda-reda juga. Apa kita terobos aja yuk?” Tanya Dani kepadaku.

Malik : “Udah Dani sabar aja kita tunggu dulu aja sampai hujannya reda. Aku gak mau kalo sampe rumah basah kuyup.” Jawabanku dari pertanyaan Dani.

Kemudian kami berdua menunggu bis lagi selama kurang lebih sekitar 3 jam. Untungnya aku bahwa HP. Aku coba menghibur diriku dengan HP yang aku bawa. Aku mencari-cari gambar pelangi, ketika sudah menemukan gambar pelangi yang begitu indah, akupun takjub sekali ketika melihat gambar pelangi yang indah itu.

Aku menghitung jumlah warna dari warna pelangi. Pusing aku menghitung jumlah warna yang ada pelangi itu, akhirnya akupun menanyakannya kepada Dani.

Malik : “Dan dan, dan kamu tau gak jumlah warna yang ada didalam pelangi itu?” Pertanyaanku kepada Dani.

Dani  : “Iya tau lik, jumlah warna pelangi yang  ada didalam pelangi itu ada tujuh.” Jawaban Dani untuk pertanyaanku.

Malik : “Coba Dan tolong sebutin apa aja warna-warna yang ada didalam pelanginya.” Tanyaku lagi kepada Dani.

Dani : “Mejikuhibiniyu. Sebenaernya sih. Merah, jinga, kuning, hijau, biru, biru tua, sama yang terakhir adalah warna ungu.” Jawab Dani kepadaku.

Malik : “Oohh. Makasih ya dan.” Kataku

Dani : “Sama-sama lik.” Jawab Dani.

Tiba-tiba rintikan hujan deras yang memabasahi bumi itu berhenti. Sangat senang sekali ketika melihat dijalanan sudah tidak ada lagi rintikan air hujan, ketika itu aku sangat berharap sekali ketika hujan berhenti berharap ada penglangi yang muncul.

Ternyata harapanku benar, pelangi itu muncul dengan sendirinya. Akupun langsung mengambil foto untuk dijadikan sebagai momen abadi. Ketika itu perasaanku sangat senang dan bahagia sekali. Tidak lama hujan berhenti, bus yang sudah kami tunggu selama berjam-jam itu datang. Kita berduapun langsung menuju kedalam bus dan pulang.

Disepanjang perjalanan menuju rumah, aku selalu membuka hape dan melihat foto-foto pelangi yang baru saja aku memotonya. Saking senangnya aku melihat indahnya pelangi dengan nyata, aku sampai-sampai menyanyikana lagu pelangi.

Akupun berkata didalam hati “Semoga suatu saat nanti aku bisa melihat pelangi lagi. Amin”

Selesai…..

Itulah contoh cerpen cerita anak, contoh cerpen ini bisa kalian jadikan sebagai referensi kalian ketika ingin membuat cerpen.

Contoh Cerpen Kisah Remaja

contoh cerpen
infoana.com

Berikut dibawah ini ada contoh cerpen kisah remaja yang bisa kalian contoh untuk dijadikan sebagai referensi ketika hendak membuat cerpen untuk dibaca oleh orang lain.

CINTA YANG BERSEMBUNYI

Suatu ketika ada seseorang pria yang sedang asik memainkan gitar kesayangannya. Seorang Pria itu ialah Malik namanya, Ia masih duduk di bangku SMA Kelas XII. Nasrul merupakan salah satu cowok yang sangat populer disekolahnya. Tidak sedikit wanita yang tak mengenali dan tergila-gila dengan sesosok Malik.

Tanpa ia sadari, ada seseorang perempuan yang pendiam dan juga dijuluki “kutu buku” oleh teman-teman sering sekali memperhatikannya ketika ia sedang memainkan gitar kesayangannya.

“Seandainya saja apabila dia tahu bahwa aku sangat mencintai dan menyayanginya, pasti hal itu sangat menyenangkan sekali. Namun perkara seperti itu ialah suatu kemustahilan yang tidak akan bisa ku dapatkan” Batin sigadis yang pendiam itu.

Perempuan itu bernama Miah. Miah adalah gadis pendiam yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya. Ia hanya memiliki sahabat sejatinya dari kelas X yaitu Rina.

Rina : “Miah, aku mau ke kantin dulu ya kamu mau ikut apa mau disini aja? “Ajakan Rina kepada Miah.

Miah : “Iya rin sok aja, kayanya aku nggak ikut dulu deh ya nggak papa kan? Aku mau pergi ke perpus aja buat baca-baca buku lagi, soalnya masih banyak buku-buku yang belum aku baca rin.” Jawabanku kepada ajakan Rina.

Rina : “Oh gitu, yaudah deh aku duluan ke kantin ya Mi.”

Miah : “Iya rina, hati-hati.”

Miah sering kali menghabiskan jam istirahatnya untuk memabaca buku-buku yang ada didalam perpustakaan sekolah. Setibanya Miah di perpustakaan, Miah mencari-cari buku yang akan dia baca kemudan ia pun duduk disamping rak-rak buku.

Tanpa disadari oleh Miah, Malik juga pergi kedalam Perpustakaan. Sesudah Miah selesai membaca buku yang ada didalam perpustakaan, Miah pun ingin mengembalikan buku ketempat asalnya tanpa disengaja ia bertabrakan dengan Malik yang menjadi salah satu pria terpopuler di sekolahnya.

Miah : “Maad aku gak sengaja, sekali aku minta maaf yah.” Ucapanku kepada Malik.

Malik : “Iya gapapa ko, lagian tadi aku juga enggak liat. Maaf juga yah.”

Malik : “Eh ngomong-ngomong kamu siapa? kok aku sebelumnya enggak pernah lihat kamu di sekolah?”

Miah : “Aku Miah kelas XII Ipa 4.”

Dari pertemuan itu, Miah pun sangat senang sekali. Didalam harti Miah tumbuh puih-puih cinta. Betapa senangnya ketika ia bisa berkenalan dengan seorang Malik yang merupakan salah satu laki-laki yang terkenal dikalangan sekolah dan oleh wanita-wanita.

Tanpa Miah ketahui, sebenarnya Malik pun juga ikut menyimpan sedikit perasaan cinta kepada Miah dari awal mereka berjumpa didalam perpustakaan. Menurut pandangan Malik, miah itu adalah wanita yang berbeda dengan wanita lainnya. Menurut Malik, Miah itu merupakan seorang perempuan yang sederhana.

Miah duduk dibangku kelas sambil menulis kisahnya di catatan harian yang didalmnya berisikan tentang isi hatinya kepada Malik. “Bagaikan mimpi yang terus menerus mendatangiku, aku bisa berkenalan dengan Malik” tulisan isi hati miah didalam buku diarinya.

Mailk yang sedang melamun didalam kamarnya. Yang ada didalam pikiran Malik ini hanyalah Miah seorang. Rasa yang selalu menyelimuti dari awal perjumpaan di perpus ketika itu. “Seandainya aku ungkapkan seluruh isi hati dan perasaan kepada nya, namun aku sangat ragu sekali apakah Miah juga menyimpan perasaan cinta dan sayang kepada ku?” Perkataan didalam hati Malik.

Sedangkan waktu terus berjalan dengan sendirinya. Tidak terasa sudah sebeluan lagi mereka semua akan memasuki Ujian Nasional. Masing-masing dari mereka disibukan untuk menyiapkan segalanya untuk menghadapi Ujian Nasional yang sebentar lagi akan diselenggarakan.

Akhirnya Ujiang Nasional pun selesai. Mereka semua sangat lega sekali sudah menghadapi Ujian Nasional dengan baik dan tanpa menyontek kesiapapun. Suatu saat hari kelulusan pun tiba. Dengan hati yang sangat berdebar-debar kencang ketika mereka melihat hasil ujian.

Raut wajahnya seketika berubah menjadi raut wajah kebahagiaan. Malik mendapati pringkat ke 3 sementara Miah mendapati peringkat diatas Malik, yakni peringkat ke 2.

Malik : “Hey Miah, selamat ya mi kamu udah dapet peringkat ke 2.

Miah  : “Eh Malik, Iya Malik makasih banyak atas ucapannya yah, kamu juga selamat udah bisa masuk peringkat ke 3.

Akhirnya mereka semua melakukan foto-foto dengan sahabat-sahabat mereka. Kebahagiaan yang tidak kunjung henti terpancar di raut wajah mereka.

Suatu saat hari perpisahan pun datang. Seluruh siswa dan siswi bersedih karena harus berpisah dengan guru-guru dan teman-teman yang mereka sayangi. Malik dan Miah pun akhirnya mengatakan sebuah kata perpisahan, ya walaupun berat untuk dikatakan tapi perkataan ini harus dikatakannya. Malik dan Miah pun nampak terlihat sedih, karena dirinya harus saling berpisah dari orang yang ia cintai dan sayangi.

Malik : “Miah kita hari ini hari terakhir bertatapan wajah, karena hari esok kita udah enggak akan bisa kaya gini lagi. Miah selamat tinggal yah, semoga buat kedepannya kamu bisa menggapai seluruh cita-cita kamu.”

Ucap malik didalam hati “Aku yakin kamu pasti sedih dengan perpisahan sekolah ini, aku juga yakin kalo kamu juga memiliki perasaan yang sama yang seperti aku alami, nampak terlihat di raut wajah mu tadi mi. Kita saling mencintai tapi salah satu diantara kita tidak ada yang berani untuk mengutarakannya. Cinta kita seperti bersembunyi didalam lubuk hati yang paling dalam, selamat tinggal Miah.”

Selesai..

 

Contoh Cerpen Kisah Pribadi

contoh cerpen
contohcerita.com

Langit didaerah pemukiman pinggir Kota Sukabumi dikala itu sangat cerah dan terbentang indah memberikan sinar yang begitu lembut menandakan bahwa akan memasuki waktu malam telah tiba. Nada-nada merdu sholawat membubarkan keheningan pada sore hari dan menandakan bahwa sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib.

Terdapat beberapa masyarakat yang sedang aktif berolahraga, ketika itu mereka semua beranjak untuk menuju rumahnya masing-masing.

Dari arah barat, sore itu nampak terlihat sosok seorang yang sangat kusayangi dan kugami. Langkah-langkah kaki dan juga ayunan tangannya yang sangat kukenal dengan jelas sambil memikul cangkul yang ada tepat diatas pundaknya menghampiriku dengan menebarkan senyuman yang indah, walaupun terlihat sangat letih sosok tersebut selalu memberikan senyuman kepadaku.

Siapakah dia? Dia adalah sosok yang selamana ini aku panggil Ayah. Kami tinggal dipinggiran Kota Sukabumi, Ayah berkerja sebegai petani walaupun ketika itu penerimaan sebuah karyawan di PT Pupuk Kaltim dan PT Badak NFL tidak sesusah saat ini.

Berbeda dengan teman-teman Ayah lainnya, yang mana mereka semua ikut mendaftarkan diri mereka untuk menjadi salah satu karyawan di PT tersebut. Namun, Ayah tetap memilih untuk menjadi petani saja dengan memandang taraf pendidikan hanya sampai SD saja, itu pun tidak lulus.

Maka dengan memegang suatu harapan bahwa bertani itu bukan merupakan jalan butu, bukan juga merupakan jalan keterpaksaan harus memilih melainkan untuk membangun suatu kemandirian yang tertanam dalam dirinya dari pertama kalinya beliau tibda di tanah Sukabumi puluhan tahun lalu.

Hidup dan bekerja sebagai seorang Petani dengan memiliki penghasilang pasang dan surut bukanlah suatu persoalan yang baru baginya. Dengan menjual seluruh hasil-hasil tani inilah Ayah menghidupkan keluarga dan mengantarkan anak-anaknya untuk tetap selalu mendapatkan pendidikan meskipun hanya sampai SLTA saja, karena untuk melanjutkan ketahapan pendidikan yang lebih tinggi harus memiliki biaya yang sangat tinggi.

Meskipun pendidikan kami hanya sebatas SLTA saja, kami selaku anak dari Ayah kami sangat bersyukur sekali karena kami masih bisa merasakan yang namanya pendidikan, karena diluar sana masih banyak sekali orang-orang yang belum bisa merasakan bagaimana rasanya pendidikan itu.

Kehidupan yang kami jalani cukup sederhana sekali, meskipun kehidupan kami yang sangat sederhana kami bisa mendapatkan sebuah kebahagiaan didalam keluarga, meskipun dikehidupan kami berbeda dengan orang-orang diluar sana yang serba berkecukupan dan setiap kebutuhannya pasti selalu terpenuhi dengan sangat mudah.

Dengan memiliki keramahan dan kesantunan ketika bergaul dengan orang-orang lainnya, Ayah mempunyai banyak sekali kenalan-kenalan dengan orang diluar sana. “Dimana bumi bumi diinjak, disitu langit dijunjung”, itulah prinsip yang selalu dibawa kemana-mana oleh orang perantau.

Dipemukiman ini Ayah dipilih untuk menjabat sebagai ketua RT, karena beliau dianggap oleh masyarakat sebagai tokoh masyarakat setempat karena perjuangan yang telah beliau lakukan sebagai perintis pertama kalinya dibuka lokasi pemukiman saat ini.

Dipagi hari, aku melihat Ayah dengan menggunakan kaos yang memang sudah kelihatan sangat lusuh dan usang itu biasa ia pakai untuk pergi bertani, aku pun menebak bahwa Ayah sedang siap-siap untuk melakukan aktivitas kesehariannya bekerja sebagai petani.

Menurut Ayah, bertani itu seperti pekerjaan kantor yang menumpuk dan tak akan pernah ada habisnya, cangkul yang selalu Ayah genggam itu seperti pena yang selalu setia menemani Ayah ketika Ayah sedang bekerja, dengan menggunakan cangkul itulah Aayah bisa mencingcang dan menggembur-gemburkan tahan sampai membentuk bedengan panjang.

Bagi Ayah, bertani memiliki warna dan kegembiraan tersendiri, ketika tanaman yang tinam mulai tumbuh dan dirawat secara baik hingga dewasa dan ketika tanaman itu ditiup angin saunnya berkibar-kibar seolah-olah melambaikan tangan dan mengucapkan rasa terimakasih kepada orang yang telah merawatnya.

Rasa semangat yang tidak pernah padam terus menerus berkibar tanpa mengenal arti kata letih dan tidak ada sebuah alasan tunuk mengeluh. “Kesenangan dan selalu tersenyum ketika bekerja, itu semua membuat kesempurnaan untuk hasil yang akan digapai”, perkataan Ayah ketika waktu itu aku sedang membantunya bertani.

Ayah yang tidak pernah bolos dengan petunjuk dan arahan-arahan yang selalu mengingatkanku bahwa memperbaiki akhlaq dan ibadah ialah suatu perkara dan persoalan yang sangat wajib. Dan… ini yang harus kamu ingat nak! “Bagai pungguk merindukan rembulan”, menghayalkan suatu hal yang tidak mungkin karena apabila kau terpuruk dan terjatuh itu sangat menyakitkan sekali. Berjalanlah dengan kakimu sendiri wahai anakku sayang.

Bekerja sebagai seorang petani, Ayah memiliki banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga di rumah ataupun ketika di ladang disaat aku membantunya bertani. Jadi, kedekatan dengannyalah yang sering memberikan pandangan-pandangan mengenai kehidupan.

Hidup sebagai kepala rumah tangga bukanlah sebuah beban yang haris dihindari olehnya, namun suatu beban hidup yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan juga harus dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab. Baginya takdir bukanlah sebagai hukuman, bukan juga sebagai nasib, namun takdir adalah rencana Tuhan Yang Maha Esa.

Terkadang kita sebgai manusia sering kali menyalahkan sebuah takdir yang telah diberkan darinya, akan tetapi pernahkah kita sedikit berfikir bahwa segala sesuatu atau segala hal yang sudah Allah SWT berikan dan tetapkan kepada kita, itulah rencanaya yang paling indah.

Ketika itu Ayah selalu memberikan motivasi-motivasi kepadaku di setiap celah dan kesempatan yang ada.

Seiring berjalannya waktu, dan hari serta bulan sering bergantian. Ayah yang ketika itu kekar berdiri dengan kedua kakinya menyangga tubuh yang tegap saat ini terlihat lemas, layu, lemah dan tidak berdaya. Lentera yang dulu terang, namun sekarang sudah mulai redup.

Kenapa lentera itu redup dan tidak terang seperti dulu? Apakah lentera itu akan kembali terang dan bersinar seperti dulu lagi? Akan tetapi,… takdir pun berkata lain, Ayah yang dulunya kuat, tegar, gagah saat ini Ayah harus dibawa ke rumah sakit dan dirawat di rumah sakit.

Melihat Ayah yang sedang terbaring lemas diatas kasur yang berada didalam rumah sakit membuat kami sekeluarga sangat sedih sekali.

Ketika itu, aku menatap wajah Ayah yang memulai memucar dan menahan rasa sakit yang begitu luar biasa, ketika disaat sakit seperti itu Ayah masih berusaha tersenyum kepadaku guna untuk menguatkanku agar tidak meneteskan ait mata, akan tetapi air mataku tetap menetes dan mengalir membasahi pipi.

Selama dirawat di rumah sakit, ramainya keluarga dan kerabat-kerabat Ayah lainnya yang datang menghampiri untuk menjenguk ayah. Ketika itu aku sedang menemani Ayah di rumah sakit, terus menerus aku panjatkan doa kepada Allah SWT agar menadapti sebuah keajaiban dari sang maha pencipta langit dan bumi.

Namun,.. Setelah beberapa hari Ayah di rawat di RSUD Kota Sukabumi keadaan atau kondisi Ayah semakin memburuk dan parah karena penyakit yang sedang diderita oleh Ayah ini sudah terlalu parah. Menurut dari keterangan dokter yang memeriksa Ayah, Ayah terkena penyakit paru-paru basah dan penyakit TB patu stadium 3.

Ketika itu aku dan adikku berada tepat disisi Ayah semakin merasa cemas dan panik. Ayah yang ketika itu humoris, peramah, murah senyum kepada orang lain saat ini terlihat sangat kaku tanpa kata-kata sedikitpun. Ketika melihat keadaan Ayah yang lama kelamaan semakin memburuk membuat aku dan adikku menjadi lemas.

Ketika itu dengan sedikit kekuatan yang ku miliki, aku mencoba untuk membisikan dua kalimat syahadat secara berulang-ulang kali untuk mengingatkan dan membantu ayah untuk melewati jalan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Malam jum’at tepat pada tanggal 13 November Tahun 2015 pukul :0015, Ayah mengeluarkan nafas terakhirnya. Ayah pun sudah pergi meninggalakan kami sekeluarga dan kepergian Ayah itu tidak akan pernah datang lagi, Ayah pergi meninggalkan keluarga yang mana keluarga kami belum siap untuk ia tinggalkan.

Ketika itu dunia nampak terlihat gelap, tanpa ada sedikitpun cahaya, pelita, lentera yang dulu bersinar dengan terang saaat ini sudah redup dan padam. Semangat untuk melanjutkan perjalan hidup di dunia dan perjalanan mimpi yang ingin ku gapai seolah-olah serasa buntu.

Kepergian Ayah ketika itu adalah kehilangan yang mengisikan setiap warna-wanra yang berbeda di setiap sudut rumah, bagaikan sayur tanpa adanya gambar yang terasa HAMBAR. “AYAH”, panggilan kepada sesosok Ayah yang sangat kami rindukan selama beliau sudah tiada pergi meninggalkan kami semua.

Diatas makam Ayah, aku dan adikku memanjatkan sepatah Do’a yang menggemgam suatu harapan yang penuh tanda tanya besar. Untuk kedepannya apakah aku bisa melanjutkan perjalanan ini? Apakah aku sanggup untuk menghadapi semua ini? Meskipun begini keadaannya, aku harus kuat, aku harus bisa, aku harus percaya bahwa aku bisa!

Pertanyaan dan jawaban pun saling bergantian dikepala ku. Kata-kata Ayah selalu menghantui setiap lamunanku “Jadilah cahaya didalam sebuah kegelapan yang kelam, dan jadilah sebuah inspirasi yang bisa membuat perbedaan”, jangan seperti Ayah, seperti pelita padam dalam sebuah kegelapan tanpa adanya sedikit cahaya”.

Tapi bagiku Ayah bukanlah pelita padam seperti yang pernah dikatakan oleh Ayah. Namun, dialah pelita keabadian yang tidak akan pernah padam didalam kehidupanku, Ayahlah inspirasi yang tidak akan pernah lupa dari muka bumi. Ayahlah sesosok orang yang tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan

Meskipun Ayah telah tiada, Ayah akan selalu tetap hadir di setiap langkah-langkah kakiku pergi kesuatu tempat.

***

Nah demikianlah contoh cerpen tentang ayah, contoh cerpen tentang persahabatan, contoh cerpen tentang kisah remaja, dan contoh-contoh cerpen lainnya yang bisa kami berikan untuk teman-teman semua, bagi kalian yang ingin membuat cerpen dan masih bingung. Kalian bisa aja mengambil salah satu contoh cerpen yang ada didalam artikel ini, mudah-mudahan adanya artikel yang memabahas tentang contoh cerpen ini bisa bermanfaat dan juga membantu teman-teman semua ketika ingin membuat cerpen.

Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa juga untuk di share yah artikel contoh cerpen ini 🙂

CONTOH CERPEN

Tinggalkan komentar