Interaksi Sosial | Pengertian, Pola, Macam-macam, Penjelasan Lengkap

INTERAKSI SOSIAL – Apa itu Interaksi Sosial? Interaksi sosial adalah suatu hubungan yang dilakukan antara manusia dengan manusia lainnya. Maka dari itu untuk menerapkan aktivitas kedalam kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa berkomunikasi dengan manusia-manusia lainnya, yang dimulai dari bangun tidur dan sampai tertidur kembali.

Dengan adanya komunikasi antar manusia dengan manusia lainnya menandakan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang ditandai sebagai gerakan untuk berkomunikasi yang kemudian gerakan-gerakan atau perbuatan itu disebut dengan sebutan interaksi sosial.

Gerakan manusia kepada manusia lainnya bisa sangat memberikan pengaruh yang lebih besar, dan juga bisa memperbaiki atau mengubah tingkah laku setiap perorangan lainnya, ataupun sebaliknya. Perlu kalian ketahui bahwa adanya gerakan atau tindakan manusia seperti ini dinamakan dengan Interaksi Sosial.

Perkara ini juga perlu kalian ketahui, bahwa adanya interaksi sosial bisa memberikan suatu dampak yang positif dan juga negatif bagi kehidupan seseorang tergantung dari setiap individu yang menjalankannya. diantaranya dampak-dampak yang terjadi pada interaksi sosial yaitu bisa membuat kegiatan kehidupan seseorang akan semakin bervariasi dan juga kompleks.

Dibawah ini akan ada pembahasan mengenai interaksi sosial, maka dari itu untuk kalian yang ingin bisa memahami secara keseluruhan tentang penjelasan interaksi sosial yang terjadi pada setiap makhluk hidup di muka bumi ini, maka sangat dianjurkan untuk menyimak dan membaca artikel ini sampai selesai. Semoga bermanfaat 🙂

Berikut dibawah ini kita mulai pembahasan yang diawali dengan membahas …

Pengertian Interaksi Sosial

interaksi sosial
halopsikolog.com

Interaksi sosial adalah pokok atau inti dari kehidupan sosial. Yang artinya, bahwa kehidupan sosial ini bisa terbentuk dalam berbagai macam jenis pergaulan. Saling menyapa satu sama lain, saling berjabat tangan dengan sesama, berbicara dan berdiskusi dengan orang lain.

Dengan adanya kejadian atau kenyataan seperti itu, kita bisa melihat sendiri dari salah satu wujud bentuk kehidupan sosial.

Apakah diantara kita ada yang mengetahui dari kapan manusia menjalin interaksi sosial? Dari manusia lahir dari seorang ibu ia telah menjalin dan menjalankan yang namanya interaksi sosial, interaksi tersebut telah ia lakukan meskipun interaksi tersebut hanya dilakukan seorang bayi kepada ibunya.

Interaksi sosial ini sangat kuat sekali hubungannya dengan hati/naluri, manusia guna senantiasa bisa menjalani hidup bersama dengan orang lain dan juga bisa berkumpul menjadi satu dengan lingkungan-lingkungan sosial lainnya.

Apabila seseorang membuat berbagai macam aksi kepada orang lain dan di keesokan atau kemudian harinya seseorang itu mendapati sebuah balasan sebagai perbuatan aksi yang ia lakukan kepada seseorang, maka sebagai reaksinya ialah interaksi bisa terwujud dan terjadi.

Apabila terdapat pihak yang membuat atau melakukan aksi perbuatan dan pihak lainnya tidak melakukan reaksi, maka dengan itu interaksi pun tidak akan terjadi. Contoh misalnya ada seseorang yang sedang berbicara dengan gambar, batu, patung atau benda-benda mati lainnya maka aksi dari seseorang yang ia buat itu tidak mewujudkan reaksi apa pun.

Jadi inti dari pengertian diatas ialah terjadinya interaksi sosial ini jikalau terjadinya komunikasi dari dua belah pihak

Persyaratan Awal Terjadinya Interaksi Sosial

interaksi sosial
slideshare.net

Dari berbagai macam penjelasan dan pengertian di atas, bisa kita ambil inti dari penjelasan tersebut bahwa terdapat dua persyaratan-persyaratan utama yang bisa menimbulkan terjadinya interaksi sosial, diantaranya adalah :

  1. Adanya hubungan sosial, kegiatan-kegiatan yang mencakup hubungan primer melewati cara dengan berhadapan secara langsung dan hubungan sekunder, yakni hubungan sosial yang dilaksanakan melewati sebuah perantara, misalkan seperti melalui surat kabar, melewati telepon, atau bisa juga terjadinya hubungan itu melalui orang lain.
  2. Adanya kontak sosial, baik itu secara langsung atau pun tidak secara langsung, yaitu adanya kontak sosial itu terjadi bisa melewati media komunikasi. Namun tidak seluruh kontak diikuti oleh komunikasi. Misalkan contohnya seperti ketika hendak berbicara maka setiap individu akan berjumpa dengan para lawan bicaranya. Jadi untuk menjalankan sebuah komunikasi, setiap individu itu harus melakukan hubungan terlebih dahulu dengan seseorang yang akan diajak untuk berkomunikasi dengannya.

Baca juga artikel tentang pengertian ham

Bagian-bagian Interaksi Sosial

interaksi sosial
genggaminternet.com

Apakah diantara kita semua sudah ada yang pernah berjumpa dengan seseorang yang sedang menatap terhadap diri kita, namun tak lama kemudian seseorang itu pergi begitu saja? Nah dalam peristiwa seperti itu telah terjadi kejadian kontak sosial (Saling menatap), akan tetapi tidak ada hubungan secara langsung.

Ada juga yang membuat terjadinya kejadian interaksi sosial dengan adanya pengaruh dari gerakan oleh bagian-bagian dari luar perorangan. Terdapat empat bagian yang menjadi dasaran proses terjadinya interaksi sosial, apa saja? Berikut dibawah ini bagian-bagian dari empat faktor yang bisa mendorong terjadinya interaksi sosial.

Faktor yang Pertama Adalah :

Imitasi

Arti dari imitasi adalah meniru tingkah laku (perilaku) dan kegiatan gerakan orang lain. Sebagai salah satu prosesnya, imitasi ini bisa diartikan positif apabila kegiatan atau gerakan-gerakan yang ditiru itu ialah perilaku dari seseorang yang baik, sebanding dengan nilai dan norma masyarakat. Perlu kalian ketahui juga bahwa imitasi ini bisa diartikan menjadi sebuah hal yang negatif jikalau tingkah laku seseorang yang ditiru itu tidak baik atau menyeleweng dari nilai norma yang ada dalam ketentuan masyarakat.

Lantas seperti apa contohnya? Berikut dibawah ini contoh-contoh yang bisa kalian ketahui :

  1. Orang-orang yang mengikuti cara berpenampilan seperti artis-artis yang ada di televisi. Contohnya seperti memakai anting, rambut gondrong (panjang), menggunakan aksesoris seperti gelang dan juga kalung secara berlebihan. Adanya tindakan seperti itu bisa membuat reaksi pada masyarakat sekitar yang akan menilai dari penampilan seseorang tersebut sebagai penampilan yang tidak sopan dan sangat berantakan.
  2. Seorang bayi (balita) yang telah mengawali percakapan dengan kata-kata yang diajarkan oleh kedua orang tuanya.

Ada juga beberapa syarat-syarat untuk seseorang sebelum melakukan imitasi, apa saja persyaratan tersebut? Dibawah ini adalah syarat-syaratnya :

  • Perkara yang akan diikuti atau ditiru harus lebih condong memiliki penghargaan sosial yang tinggi dan unggul.
  • Terdapat sikap-sikap mengagumi bagian-bagian yang diimitasi.
  • Terdapat minat-minat dan juga perhatian yang cukup tinggi kepada perkara yang akan ditiru.

Dorongan

Dorongan ialah sebuah proses yang membuat setiap individu itu menerima sebuah perilaku atau tingkah laku seseorang dari orang lain tanpa diawali dengan kritikan. Akhirnya, pihak-pihak yang dipengaruhi akan bergerak dengan sendirinya mengikuti pandangan itu dan juga menerima dengan cara sadar ataupun tidak sadar tanpa berfikir panjang.

Dorongan ini dikerjakan bagi orang yang mempunyai pengaruh atau wibawa di sekitar lingkungan sosialnya, dorongan juga bisa berawal dari orang-orang dewasa kepada anak-anak yang masih berada dibawah umur atau sebuah organisasi mayoritas kepada organisasi minoritas.

Entah proses itu cepat atau lambat, yang pastinya proses dorongan ini sangat bergantung sekali kepada kemampuan fisik, umur (usia), intelektual dan juga bergantungan dengan kepribadian seseorang. Misalkan contoh seperti ada seorang kakak akan lebih gampang membawa adiknya untuk rajin belajar sehingga sang adik bisa menjadi anak yang pintar, begitupun dengan sebaliknya.

Dorongan ini dibedakan dengan tiga jenis bagian, diantaranya adalah:

  • Dorongan keramaian merupakan penerimaan yang bukan dilandasi pada penalaran akan tetapi keramaian atau keanggotaan. Misalkan contoh, seperti adanya tawuran antar pelajar. Siswa-siswa yang ada dalam tawuran itu biasanya dikerjakan dengan dasar setia kawan.
  • Dorongan negatif, adanya dorongan negatif ini dipusatkan guna menghasilkan tekanan-tekanan untuk halangan-halangan tertentu. Misalkan contohnya seperti ini, ada seseorang yang telah mengancam pasangan hidupnya, jikalau pasangan hidupnya berpaling darinya kepada orang lain sehingga pasangan orang itu akan otomatis nurut atas yang telah diperintahkan kepadanya.
  • Dorongan prestise ini merupakan dorongan yang terlihat karena adanya prestise dari orang lain. Misalkan contohnya seperti tokoh masyarakat memberitakan supaya semua rakyatnya harus melakukan kegiatan kerja bakti guna membersihkan lingkungan disekitarnya, maka ajuan tersebut akan dilakukan tanpa melakukan proses berpikir panjang, namun langsung patuh dan menaati perintah yang telah diberikan kepadanya.

Identifikasi

Identifikasi ini merupakan kecondongan dari diri seseorang untuk menjadikan dirinya sama seperti orang lain. Identifikasi juga merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan juga dari proses dorongan yang memiliki pengaruh yang sangat cukup kuat. Misalkan contohnya seperti ini, seorang remaja menyamakan dirinya dengan seorang artis atau seorang penyanyi terkenal yang sangat ia kagumi, lalu ia akan selalu berupaya untuk mengubah penampilan pada dirinya supaya bisa sama persis dengan bentuk penampilan dari sang idolanya, seseorang tersebut bisa merubah dari cara berpakaiannya, gaya pada potongan rambutnya, cara bercakap dengan orang lain dan bisa jadi dari cara makannya pun ia rubah sehingga benar-benar persis dalam kesehariannya dengan sang idolanya tersebut.

Simpati

Simpati ini adalah bagian-bagian yang sangat penting untuk proses interaksi sosial, juga simpati ini adalah bagian yang menentukan proses berkelanjutannya. Simpati ialah proses yang menjadikan diri seseorang merasa terikat dan tertarik kepada orang lain. Adanya rasa ketertarikan ini dilandasi dengan keinginan untuk mengerti pihak lain dan juga mengerti perasannya atau juga bekerja sama dengannya.

Dengan seperti itu, timbulnya simpati ini tidak karena dengan dasar logis rasional, akan tetapi timbulnya rasa simpati ini didasari dari menurut penilaian perasaan seolah-olah seperti dalam proses identifikasi. Misalkan contohnya seperti adanya ucapan bela sungkawa kepada orang-orang yang sedang terkena musibah, mengucapkan selamat dan juga ikut berbahagia kepada orang-orang yang sedang berbahagia.

Apabila kita bandingkan dengan ketiga bagian faktor terjadinya interaksi sosial yang ada di atas, simpati ini adalah bagian yang terjadi melewati sebuah proses yang terbilang lumayan cukup lambat. Supaya simpati bisa berjalan, maka sangat diperlukan adanya saling pengertian dan perhatian dari antara kedua belah pihak.

Satu pihak terbuka untuk mengeluarkan pikiran ataupun isi dari dalam hatinya, dan juga pihak-pihak lainnya mau menerima ungkapan isi hatinya dan pikiran yang telah dikeluarkan oleh pihak tersebut. Demikianlah kenapa simpati ini bisa menjadi landasan dasar terjadinya hubungan yang erat seperti halnya hubungan sebuah persahabatan yang tidak akan pernah bisa untuk dipisahkan oleh siapapun.

Contoh Interaksi Sosial

interaksi sosial
kuninghijau.wordpress.com

Wujud dari hubungan interaksi sosial yang sering terjadi antara setiap manusia dengan manusia lainnya, setiap perorangan dengan sebuah kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang bersifat dinamis serta memiliki contoh atau pola tertentu.

Jikalau interaksi sosial itu diulang-ulang menurut contoh yang sama dan juga akan bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama, dengan seperti itu maka akan terbentuk hubungan sosial yang sangat bagus.

Apakah kalian mengetahui ciri-ciri dari interaksi sosial ini? Berikut dibawah ini adalah beberapa ciri-ciri dari interaksi sosial.

  • Menurut dari status sosial (kedudukan) dan juga peranannya. Misalkan contohnya seperti, ada seorang guru yang sedang berkomunikasi dengan anak muridnya harus memperlihatkan tingkah laku layaknya seorang guru kepada anak didiknya. Begitupun dengan sebaliknya, siswa atau siswi pun harus nurut dan patuh kepada sang guru.
  • Merupakan sebuah aktivitas yang terus berlanjut dan akan berakhir pada sebuah titik yang mana titik tersebut merupakan buah hasil dari aktivitas tadi. Misalkan contohnya seperti adanya interaksi, seseorang melakukan adaptasi, pembauran, adanya hubungan kerja sama, munculnya persaingan, adanya sebuah perbedaan pendapat atau pikiran, dan masih banyak contoh-contoh interaksi sosial lainnya.
  • Memuat sebuah dinamika. Yang artinya adalah, ketika sedang dalam proses interaksi sosial ada berbagai keadaan nilai-nilai sosial yang diproses, baik itu mengarah kepada kesempurnaan ataupun mengarah kepada arah kehancuran. Misalkan contohnya seperti halnya penerapan nila-nilai agama didalam kehidupan sosial bermasyarakat akan membangun keteraturan sosial.
  • Tidak mengenali waktu, keadaan-keadaan tertentu dan waktu. Yang artinya bahwa interaksi sosial ini bisa terjadi kapan saja dan dimanapun keberadaannya, serta memiliki dampak positif ataupun negatif kepada kehidupan sosial masyarakat.

Pembagian Interaksi Sosial

interaksi sosial
bagi-in.com

Perlu kalian ketahui bahwa interaksi sosial ini berdasarkan dengan wujudnya, dan interaksi sosial ini dibedakan menjadi tiga pola. Diantaranya adalah.

Pola Interaksi Sosial Individu dengan Individu lainnya

Dalam interaksi sosial yang terjadi antar individu dengan individu lainnya, interaksi atau hubungan ini sangat dipengaruhi dengan adanya sebuah pikiran dan juga perasaan yang mengakibatkan timbulnya beberapa kejadian, misalkan seperti jarak sosial, timbulnya perasaan simpati dan antipati, intensitas dan juga frekuensi interaksi.

Interaksi atau hubungan antar individu dengan individu lainnya lebih condong kepada urusan-urusan pribadi. Setiap tingkah laku didasari dengan keinginan-keinginan dan juga dengan tujuan pribadi, dipengaruhi oleh sosio-psikis pribadi seseorang.

Contohnya seperti adanya seseorang yang sedang melakukan negosiasi atau tawar menawar dengan seorang pedagang kaki lima, dua orang pasangan sedang menjalin hubungan erat yang dipenuhi dengan rasa sayang, orang yang berjumpa di jalanan dan saling menyapa satu sama lain.

Pola Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

Pola ini adalah wujud dari hubungan antara individu dengan individu lainnya akan tetapi selaku anggota sebuah kelompok atau organisasi yang membahu kepentingan dari kelompoknya. Diatur dengan menggunakan cara yang telah ditentukan oleh kelompoknya, dan juga seluruh dampak dari hubungan tersebut adalah tanggung jawab bersama.

Pola Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok Lainnya

Interaksi atau hubungan antar kelompok dengan kelompok lainnya memiliki kekhusussan yang didasari dari pola yang terlihat. Pola interaksi antar kelompok ini bisa terjadi dan terlaksana disebabkan karena aspek etnis, ras dan juga gama, termasuk juga di dalamnya terdapat perbedaan-perbedaan institusi, organisasi, jenis kelamin dan lain sebagainya.

Misalkan contohnya seperti kehidupan dalam masyarakat yang mana masyarakat tersebut saling berbaur satu sama lain meskipun masing-masing dari mereka memiliki perbedaan dari segi agama dan juga ras.

Tingkatan dalam Interaksi Sosial

interaksi sosial
satujam.com

Interaksi sosial ini adalah sebuah proses sosial. Dalam bagian ini, akan ada tingkatan-tingkatan yang dapat membuat dekat dan juga tingkatan-tingkatan interaksi sosial ini bisa membuat orang-orang akan saling saling berkomunikasi satu sama lain.

Tingkatan yang membuat dekat atau mendekatkan dimulai dari tahapan memulai, menelusuri, meningkatkan, mempertalikan dan menyatu padukan.

Misalakan contohnya seperti pada saat kalian mengawali hidup didalam lingkungan dan keadaan baru, lalu mengawali interaksi dengan orang lain dengan menggunakan saling menyapa satu sama lain, mengajak kenalan, dan juga dengan cara bercerita. Buah dari penelusuran ini bisa menjadi landasan untuk menentukan apakah interaksi kalian akan kalian tingkatkan atau interaksi tersebut tidak akan dilanjutkan.

Apabila interaksi atau hubungan kalian sudah semakin meningkat dengan sendirinya, umumnya ketika itu akan timbulnya sebuah perasaan yang sama atau perasaan yang menyatu untuk dilanjutkan kepada hubungan tali persahabatan.

Dalam tahapan yang menggerakan ini diawali dengan tahapan membeda-bedakan, menahan, membatasi, menghindari, dan menentukan. Misalkan contohnya seperti terdapat dua orang yang dulu selalu beriringan dan bersama-sama, lalu dengan seiring waktu dua orang tersebut mulai melakukan kegiatan sendiri-sendiri.

Disebabkan ketidak seringan bersama-sama alias telah menjalani kegiatan masing-masing, percakapan dari dua orang tersebut pun langsung mulai dibatasi. Dalam bagian ini, masing-masing dari perorangan mulai saling menahan akan suatu hal sehingga tidak akan pernah terjadi lagi jalinan interaksi atau hubungan yang intens.

Hubungan pun lebih mengarahkan kepada terjadinya kerenggangan sehingga tidak ada jalinan komunikasi lagi antar kedua orang tersebut, ya meskipun ada sedikit interaksi atau komunikasi itupun hanya dilakukan secara keterpaksaan dan pada akhirnya interaksi sosial ini tidak lagi terjadi.

***

Sekian pembahasan mengenai Interaksi Sosial yang dibahas secara lengkap dengan contoh, macam-macam, pola yang ada didalam interaksi sosial tersebut. Terimakasih telah membaca, semoga adanya artikel dan pembahasan ini bisa menambah sedikit wawasan untuk kita semua mengenai interaksi sosial.

Tinggalkan komentar