Sejarah Kerajaan Kutai Kertanegara di Indonesia [Lengkap]

KERAJAAN KUTAI – Kerajaan Kutai adalah salah satu kerajaan yang ada didalam sejarah kerajaan di Indonesia. Apakah diantara kalian ada yang mengetahui tentang Kerajaan Kutai? Mungkin diantara kalian ada sebagian yang memang belum mengetahui tentang bagaimana cerita sejarah dari Kerajaan Kutai ini.

Maka dari itu sangat tepat sekali untuk kalian yang mengunjungi website ini. Kenapa tepat? Karena website ini akan mengulas tentang Kerajaan Kutai, Sejarah Kerajaan Kutai, Masa Kejayaan Kerajaan Kutai, dan masih banyak pembahasan-pembahasan lainnya yang membahas seputar dari cerita kerajaan tersebut.

Adanya Kerajaan Kutai di Indonesia ini karena adanya pengaruh dari Agama Hindu dan Budha masuk kedalam domestik bersamaan dengan adanya komunikasi perdagangan antara negara India dan Indonesia ketika itu tepat pada tanggal awal abad pertama Masehi.

Adanya hubungan perdagangan tersebut lalu bertumbuh  dan dijadikan sebagai alat untuk menyebarkan agama Hindu-Budha kedalam kerajaan-kerajaan yang ada di Negara Indonesia. Menurut dari penelitian-penelitian yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Hindu di Indonesia ialah Kerajaan Kutai, malahan banyak sekali lingkungan-lingkungan lainnya menganggap bahwa Kerajaan Kutai ialah sebagai kerajaan pertama di negara Indonesia.

Walaupun letak wilayah Kerajaan Kutai ini tidak terletak di jajaran atau di jalan perdagangan internasional, akan tetapi komunikasi atau hubungan perdagangan dengan negara India sudah bertumbuh dan berkembang dari dulu. Dari persoalan itulah terjadinya penyebaran Agama Hindu-Budha di Negara Indonesia.

Letak lokasi Kerajaan Kutai tepat berada di daerah Muarakaman yang letaknya pas berada di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, yaitu di sekitar perjumpaan Sungai Mahakam dengan anak-anak sungainya.

Sungai Mahakam yang mana sungai tersebut dapat dilalui dari pesisir pantai hingga masuknya ke wilayah Muarakaman dapat memberi kemudahan dalam kegiatan perdagangan yang kelanjutannya memberi kelancaran sistem ekonomi dan juga pekembangan Kerajaan Kutai

Berikut dibawah ini pembasahan lengkap seputar Kerajaan Kutai dan lain sebagainya. Selamat menyimak 🙂

Sejarah dari Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
toriolo.com

Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu yang paling tua di Negara Indonesia. Diperkirakan Kerajaan Kutai ini ada kurang lebih pada abad ke-5 Masehi. Letak lokasi dari Kerajaan Kutai ini berada di daerah Muara Kaman, Kalimantan Timur, dan tepat lokasinya terletak berada di perjumpaan (hulu) Sungai Mahakam dengan anak-anak sungainya.

Nama Kutai ini awal mulanya dikutip dari nama tempat yang didapatkannya prasasti yang mana prasasti itu menjelaskan tentang kerajaan tersebut. Pemberian nama Kutai ini diberikan oleh para ahli, karena ketika itu tidak ada prasasti yang secara rinci mengatakan nama dari nama kerajaan ini.

Kenapa demikian? Memang sangat sedikit sekali informasi-informasi yang bisa didapatkan karena disebabkan kurangnya sumber-sumber sejarah yang ada.

Eksistensi Kerajaan Kutai ini terbongkar atau diketahui menurut sumber informasi yang didapati yakni berwujud batu bertulis yang mana bentuk dari prasasti itu seperti yupa ( tiang batu yang memiliki jumlah 7 buah).

Yupa yang memakai huruf Pallawa dan memakai bahasa sansekerta itu, bisa kita artikan mengenai tentang letak lokasi dari keberadaan Kerajaan Kutai dalam berbagai macam bagian seperti kebudayaan, sosial, ekonomi, kebiasaan dan masih banyak bagian-bagian lainnya.

Mengenai isi dari prasasti itu ialah mengatakan bahwa raja pertama yang pertama kali memimpin Kerajaan Kutai ini ialah Kudungga namanya. Beliau mempunyai seorang anak yang mana anak tersebut bernama Asawarman yang sering dikatakan sebagai sebutan wamsakerta (pengatur/pembentuk keluarga).

Sesudah wafat, Asawarman diganti oleh Mulawarman. Pemakaian nama Asawarman dan nama-nama raja pada penerus selanjutnya memberitahukan dan juga menunjukkan bahwa pengaruh-pengaruh ajaran Agama Hindu telah masuk kedalam Kerajaan Kutai.

Adanya persoalan itu juga menunjukkan bahwa pemimpin atau raja-raja dari Kerajaan Kutai ialah warga negara Indonesia asli yang sudah menggenggam Agama Hindu.

Sejarah Peninggalan Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
satujam.com

Ada beberapa peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Kutai saat ini yang masih bisa kita jumpai di Museum Mulawarman yang lokasinya terletak di daerah Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara. Apabila suatu nanti kalian berkunjung/bertamu ke Kota Tenggarong, luangkanlah waktu kalian untuk sedikit mengunjungi dan juga membuktikan kebesaran-kebesaran dari kerajaan yang dimiliki oleh Kerajaan Kutai.

Banyak sekali yah peninggalan-peninggalan yang dimiliki oleh Kerajaan ini. Lantas apa saja peninggalan-peninggalan sejarah dari kerajaan tersebut? Berikut dibawah ini ada beberapa peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Kutai:

1. Prasasti Yupa

Prasasti Yupa merupakan salah satu benda peninggalan dari Kerajaan Kutai yang paling tua usianya. Benda sejarah yang satu ini adalah salah satu bukti yang paling kuat bahwa adanya kerajaan hindu yang tinggal di atas tanah pulau Kalimantan. Setidaknya masih ada 7 prasasti Yupa yang sampai sekarang ini masih tetap ada dan masih bisa kita lihat dari jarak kedekatan.

2. Ketopong Sultan

Ketopong artinya ialah, dan sultan artinya ialah pembesar/raja. Ketopong Sultan ialah mahkota raja dari Kerajaan Kutai yang mana mahkota itu terbuat dari bahan-bahan emas yang mempunyai berat 1,98 KG dan sampai sekarang ini mahkota raja (Ketopong Sultan) masih di simpan di Musium Nasional, Kota Jakarta, Indonesia.

Mahkota raja atau lebih terkenalnya sebagai sebutan Ketopong Sultan ini dijumpai kurang lebih pada tahun 1890 yang letak ditemukannya di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Adapun di Musium Mulawarman terdapat pajangan Ketopong Sultan, namun ketopong yang dipajang didalam musium itu adalah Ketopong Palsu (Tiruan).

3. Kalung Uncal

Kalung Uncal ialah kalung emas yang memiliki berat 170 gram dan juga dihiasi oleh liontin berelief kisah ramayana. Kalung Uncal ini menjadi salah satu seragam atau atribut dari Kerajaan Martadipura (kutai) yang dipakai oleh Sultai Kutai Kartanegara semenjak Kutai Martadipura bisa di jajah atau di taklukan.

Ada juga menurut pemeriksaan oleh para ahli, Kalung Uncal ini diperkirakan awal mulanya merasal dari Negara India. Sekarang, di muka bumi ini hanya terdapat 2 kalung uncal yang pertama letaknya berada di negara India dan yang kedua berada di dalam Museum Mulawarwan, Kota Tenggarong karena kalung itu sedang diabadikan.

4. Kalung Ciwa

Kalung Ciwa juga merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari Kerajaan Kutai yang didapati ketika berada didalam zaman kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Penemuan Kalung Ciwa ini berlangsung kurang lebih pada tahun 1890 yang ditemukan oleh warga di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman.

Kalung Ciwa juga sampai saat ini masih dipakai sebagai suatu perhiasan kerajaan dan juga digunakan oleh Raja ketika adanya sebuah pesta pengangkatan Raja baru.

5. Pedang Sultan Kutai

Pedang Raja atau Sultan Kutai tercipta dari bahan emas yang padat. Di bagian gagang pedang tersebut terdapat ukiran seekor binatang harimau yang lagi siap-siap untuk menerkam musuhnya, sedangkan di ujung sarung pedang itu dihiasi oleh ukiran seekor binatang buaya.

Pedang Sultan Kutai sampai sekarang ini masih ada dan terjaga dengan sangat aman, apabila kalian ingin melihat wujud asli dari Pedang Sultan Kutai, kalian bisa saja langsung mengunjungi Museum Nasional, Jakarta, Indonesia.

6. Kura Kura Emas

Kura kura emas ialah salah satu benda yang merupakan peninggalan dari sejarah Kerajaan Kutai. Benda ini saat ini ada didalam Musium Mulawarwan. Besar ukuran dari benda ini sebesar setengah kepalan tangan seseorang. Dan menurut label yang ada didalam etalase tempat penyimpanan benda tersebut, benda unik itu didapatkan di daerah Long Lalang, lokasi yang letaknya berada di hulu Sungai Mahakam.

Ada juga menurut cerita sejarah, benda sejarah ini terbongkar bahwa benda ini merupakan salah satu benda yang dipersembahkan oleh seorang pangeran yang berasal dari Kerajaan di China yang diberikan kepada Putri Sultan Kutai, Aji Bidara Putih.

Sang pangeran memberikan mengasihi berbagai macam benda unik kepada kerajaan tak lain hanya untuk membuktikan kesungguhannya yang ingin menikahi sang putri dari kerajaan tersebut.

7. Kelambu Kuning

Terdapat beberapa macam benda peninggalan dari kerajaan tersebut yang mana benda-benda peninggalan itu mempunyai kekuatan magic oleh seluruh penduduk adat Kutai sampai sekarang ini. Benda benda peninggalan ini ditaruh didalam kelambu kuning untuk menghindari dari terjadinya tuah dan bala yang dapat ditimbulkannya.

Beberapa benda dari benda-benda peninggalan dari Kerajaan Kutai itu ialah seperti kelengkang besi, tajau, gong raden galuh, arca singa, sangkoh piatu, gong bende, dan Kaliau Aji Siti Berawan.

8. Keris Bukit

Keris bukit kang ialah keris yang dipakai oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, permaisuri Sultan Kutai Kartanegara yang pertama. Menurut cerita legenda, permaisuri ialah seorang putri yang ditemukan didalam sebuah gong yang sedang hayut di atas balai bambu.

Didalam gong itu, selain ada bayi perempuan, namun didalam gong juga ada satu buah telur ayam dan juga satu buah keris, yang mana saat ini keris itu tekenal dengan nama keris bukit kang.

9. Tali Juwita

Tali Juwita ialah benda yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai yang memberikan simbol 7 muara dan juga 3 anak sungai, diantaranya adalah Sungai Kelinjau, Sungai Kedang Pahu, dan Sungai Belayan yang dimiliki oleh Sungai Mahakam.

Sebenarnya apa sih Tali Juwita itu? Tali Juwita ialah sebuah tali yang terbentuk dari benang yang memiliki jumlah banyak 21 helai dan umumnya dipakai ketika berlangsungnya upacara adat Bepelas.

10. Tempat Duduk Raja

Tempat duduk seorang raja atau biasa disebut sebagai sebutan singgasana Sultan ini ialah salah satu benda yang mana benda tersebut merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutai yang masih tetap terlindungi sampai sekarang ini.

Sekarang benda yang merupakan peninggalan dari kerajaan ini diletakkan didalam Museum Mulawarman. Dulu singgasana ini dipakai oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit, dan juga dipakai oleh raja-raja dari Kerajaan tersebut sebelumnya.

Bentuk wujud dari singgasana ini bukan hanya sekedar singgasana biasa, akan tetapi singgasana ini dihiasi dan juga dilengkapi dengan umbul-umbul, payung dan peristirahatan pengantin Kutai Keraton.

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
kakakpintar.com

Zaman kejayaan Kerajaan Kutai ini berada didalam zamannya kepemimpinan Raja Mulawarman. Persoalan ini dikarenakan dia sangat begitu bijaksana sekali dalam memimpin sebuah kerajaan dan juga setia untuk persoalan-persoalan yang religius.

Para batara diberikannya hadiah oleh sang raja seperti emas, tanah, serta diberikan ternak secara adil, diselenggarakan upaca sedekedah pada bagian tempat yang memang dianggap suci. Dan juga dibuktikan dengan memberikan sedekah terhadap seluruh kaum batara berwujud 20.000 ekor sapi.

Dengan jumlah 20.000 ekor sapi ini menunjukkan bahwa ketika itu Kerajaan Kutai sudah memiliki kehidupan-kehidupan yang makmur dan juga sudah berhasil menggapai masa-masa kejayaannya serta memiliki kemampuan berdiri tegak dan kokoh.

Keruntuhan Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
infoana.com

Kerajaan Kutai ini berhujung ketika Sultan dari kerajaan tersebut yang bernama Maharaja Dharma Setia meninggal dunia ketika berada di tengah-tengah peperangan untuk melawan Aji Pangeran Sinum Panji yang mana beliau juga merupakan Raja dari Kerajaan Kutai Kartanegara.

Kerajaan Kutai serta Kerajaan Kutai Kartanegara adalah dua kerajaan yang berbeda satu sama lain. Kerajaan Kutai Kartanegara ini terbangun dan berdiri pada abad ke-13 di daerah Kutai Lama. Adanya dua kerajaan yang letaknya berada di hulu Sungai Mahakam ini menimbulkan bentrokan-bentrokan diantara keduanya.

Ketika memasuki abad ke-16 terjadilah peperangan yang sangat dahsyat diantara dua Kerajaan tersebut.

 

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
sindonews.net

Kehidupan kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai ini jarang yang mengetahuinya secara pasti, namun terkecuali telah dikatakan didalam salah satu batu bertulis (prasasti) yang mana isi dari parasasti itu mengatakan bahwa Raja Mulawarman telah menyelenggarakan upacara sedekah emas dan juga telah memberikan hadiah sapi dengan jumlah yang sangat besar, yakni 20.000 ekor sapi untuk seluruh kaum brahama.

Begitu juga dengan bagaimana sang raja itu mendapatkan emas tidak diketahui dengan pasti oleh siapapun. Apakah emas-emas itu didatangkan dari India atau mendapatkan emas itu dari hasil tambang yang berada di sekitar daerah kekuasaan Kerajaan Kutai?

Begitu juga dengan binatang-binatang yang ada, misalkan seperti sapi dan kuda, apakah keberadaan sapi dan kuda itu merupakan buah hasil dari ternak masyarakat atau memang didatangkan dari negara India atau didatangkan dari tempat lain.

Kehidupan Sosial Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
falah-kharisma.blogspot.co.id

Kehidupan Sosial yang terdapat didalam Kerajaan Kutai ini diberikan sebuah tanda dengan adanya pembagian atau pengelompokan kelompok rakyat, yakni kelompok Brahmana dengan kelompok Ksatria. Kelompok kaum Brahmana ini memiliki kedudukan status yang sangat tinggi, bisa menguasai bahasa sansekerta dan juga bisa menguasai huruf Pallawa, serta menjadi seorang pemimpin atau ketua pelaksana upacara dalam ritual keagaamaan.

Kelompok atau golongan kaum Ksatria sendiri terdiri dari kaum para bangsawan. Ada juga di luar kedua kelompok itu terdapat masyarakat biasa yang masih memeluk dan juga memegang teguh kehidupan serta tradisi yang telah diajarkan dan telah diberikan oleh nenek moyang terdahulu.

Kehidupan Agama Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
mediamaya.net

Kehidupan rakyat dari Kerajaan ini semuanya habis menggenggam Agama Hindu-Budha. Persoalan ini ditunjukkan dengan adanya suatu hubungan erat antara Raja Mulawarman dengan para kaum Brahmana serta adanya pembentukan tempat ibadah (suci) yang bernama wapakeswarai untuk menghormati para dewa-dewa yang ada didalam Agama Hindu-Budha.

Raja Raja yang Memimpin Kerajaan

kerajaan kutai
dosenpendidikan.com

Pemimpin Kerajaan Kutai yang pertama ialah Kudungga namanya, lalu setelah kepemimpinan Kudungga digantikan oleh Aswawarman. Begitu juga setelah masa kepemimpinan Aswawarman habis beliau digantikan kepemimpinannya oleh anaknya yang bernama Mulawarman.

Kala itu, Raja Mulawarman adalah salah satu raja yang terbesar di kerajaan tersebut dan juga Raja Mulawarman menganut ajaran Agama Hindu yang royal.

Selain itu, Raja Mulawarman pun dijelaskan sebagai pemimpin yang memiliki kedekatan dengan rakyat brahmana dan juga dengan rakyat-rakyat lainnya. Persoalan ini bisa kita buktikan, yakni bukti dari hal tersebut ialah ketika itu sang raja pernah memberikan sebuah hadiah sedekah 3 emas dan juga memberikan hadian 20.000 ekor sapi untuk seluruh kaum Brahamana sebagai ucapakan kata terimakasih kepada mereka.

Sedangkan sebagai salah satu catatan tentang upaca kurban itu, para kaum Brahmana membuat sebuah prasasti yang bernama Yupa.

Letak dari posisi Kerajaan Kutai ini tepat berada di pinggir sungai, kerajaan tersebut mendorong seluruh rakyatnya untuk membangun dan juga mengembangkan pertanian yang ada. Selain dari pertanian, mereka juga banyak melakukan aktivitas aktivitas lainnya seperti perdagangan dan aktivitas-aktivitas bermanfaat lainnya.

Malahan telah diperkirakan bahwa masyarakat dari Kerajaan Kutai ini sudah menjalin suatu hubungan perdagangan dengan daerah luar.

***

Nah sekian sedikit ulasan mengenai Kerajaan Kutai, Peninggalan Kerajaan Kutai, Keruntuhan, Raja yang kerajaan tersebut, Kehidupan Sosial dan Agama dari kerajaan tersebut dan masih banyak pembahasan-pembahasan lainnya yang membahas tentang Kerajaan Kutai.

Semoga adanya pembahasan ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan juga bisa sedikit menambah wawasan tentang sejarah kerajaan yang berada di indonesia.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini 🙂

Tinggalkan komentar