Lawang Sewu Terkenal dengan Sejarah, dan Cerita Mistisnya

Lawang Sewu Semarang merupakan salah satu gedung tua yang mempunyai berbagai sejarah-sejarah para penjajah dahulu, seperti peninggalan penjajah belanda, dan yang terakhir itu adalah jepang.

Dulu, Gedung Lawang Sewu ini merupakan salah satu gedung tua yang memiliki sejarah peninggalan penjajah dari Negara Belanda, dan Jepang. Yang dulunya gedung ini dijadikan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api oleh pemerintahan Belanda.

Namun saat ini Gedung Lawang Sewu yang bersejarah itu telah dijadikan tempat wisata, dan Gedung Lawang Sewu ini merupakan salah satu tempat wisata favorit didaerah Semarang.

Nama Lawang Sewu ini berasal dari basaha jawa. “Lawang” itu apabila diartikan kedalam bahasa indonesia  itu pintu, dan “Sewu” apabila diartikan kedalam bahasa indonesia ini seribu.

berdasarkan data, jumlah pintu tersebut tidak sampai 1.000 pintu, namun jumlah banyaknya pintu yang berada di Lawang Sewu ini kurang lebih sekitar 342 pintu.

Kenapa gedung itu diberi nama dengan julukan nama Lawang Sewu? Karena dengan jumlah pintunya yang banyak, maka pada jaman dahulu kala masyarakat setempat menjuluki gedung itu dengan julukan nama Lawang Sewu.

Jika di analisis kembali, pintu-pintu yang berada di Lawang Sewu itu bukan pintu murni, tetapi jendela. Mengapa demikian? karena bentuk jendela tersebut sangat besar dan lebar, maka kebanyakan orang yang berfikir bahwa jendela tersebut adalah pintu.

Berikut ini saya akan menuliskan mengenai adanya sejarah, dan cerita-cerita mistis dikawasan Gedung Lawang Sewu. Yok teman-teman mari kita simak tulisan yang saya tulis dibawah ini.

Lawang Sewu Merupakan Saksi Bisu Pertempuran Para Pejuang Indonesia

Sejarah Berdirinya Lawang Sewu
tabloidwisata.com

Mengapa gedung ini salah satu saksi bisu pertempuran para pejuang-pejuang indonesia melawan penjajah belanda, dan jepang? Karena berdirinya Gedung Lawang Sewu ini didirikan oleh kepemerintahan belanda.

Pemerintahan belanda mendirikan gedung tersebut mempunyai maksud dan tujuan lain, yaitu menjadikan gedung tersebut sebagai pusat kantor kereta api yang berada didaerah Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada jaman dahulu kala ketika masih berada di jaman penjajahan, dan masih berada dimasa-masa kepemerintahan belanda, Gedung Lawang Sewu ini kerap digunakan oleh para penjajah untuk menahan tawanan-tawanan pejuang indonesia.

Didalam Gedung Lawang Sewu ini terdapat ruangan bawah tanah, yang mana pada jaman penjajahan dulu, ruang bawah tanah ini digunakan oleh para penjajah untuk memenjarakan para pejuang-pejuang indonesia yang berada didaerah Semarang.

Padahal yang sebenernya fungsi ruangan bawah tanah Lawang Sewu tersebut, bukan sebagai tempat penjaranya para pejuang-pejuang Negara kita, namun lebih berfungsi sebagai drainase, yaitu saluran air.

Itulah kejam-nya para penjajah belanda ketika dimasa itu, yang seharusnya difungsikan sebagai saluran air, eh malah dijadikan tempat penjara untuk para pejuang-pejuang indonesia.

Mengenai Tentang Sejarah Gedung Lawang Sewu

Sejarah Berdirinya Lawang Sewu
asiaphotostock.com

Sejarah tentang PT. KAI di Indonesia tak akan perlepas dari kisah-kisah sejarah Gedung Lawang Sewu yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Pembangungan Gedung Lawang Sewu ini dibangun pada saat tahung 1904, dan Gedung Lawang Sewu ini, dulu merupakan kantor Perusahaan Kereta Api, yang dimiliki oleh negara penjajah, yaitu Belanda.

Yang mana pada jaman itu masih pada tahapan pembangunan jalur yang dibangun menghubungkan Kota Solo, dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Proses pembangunan Gedung Lawang Sewu ini memakan waktu yang sangat lama, pembangunan gedung tersebut berawal dari tahun 1904 sampai dengan tahun 1907, menghabiskan waktu selama 3 tahun untuk menyelesaikan bangunan tersebut.

Dalam pembangunan gedung tersebut melibatkan 2 arsiktektur yang berasal dari Negara Belanda, yaitu Bj. Queendag, dan Prof. Jacob F. Klinkhamer.

Awal mula pembangunan, pertama kali gedung yang dibuat oleh para penjajah belanda itu adalah bagunan penjaga, dan bangunan percetakan.

Setelah itu dilanjutkan dengan perluasan bangunan sekitar pada tahun 1916 sampai 1918, dengan menambahnya jumlah bangunan-bangunan gedung, dan ruangan.

Gedung Lawang Sewu ini merupakan salah satu gedung tua yang menjadi saksi pertempuran ketika dijaman itu dengan penjajah jepang, penjelasan mengenai ini hampir sama dengan penjalasan pada sub judul yang pertama.

Namun yang terjadi pada pertempuran kali ini, yaitu pemuda-pemuda kereta api melawan penjajah-penjajah Negara Jepang. Yang mana pertempuran itu terjadi karena adanya perebutan mengenai kereta api.

Karena angkatan pemuda kereta api ingin mengambil alih kereta api dari orang jepang, disitulah terjadi pertempuran dengan melawan tentara-tentara jepang.

Ketika saat pertempuran pada tahun itu memakan belasan pemuda yang berguguran, yaitu meninggal dunia, dan pemuda-pemuda yang meninggal itu sempat dimakamkan pada halaman Gedung Lawang Sewu.

Tetapi saat ini, jenazah-jenazah para pemuda pejuang Negara Indonesia itu telah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Semarang, yang letak lokasi Taman Makam Pahlawan tersebut tepat pada Jl. Pahlawan, Polda Metro Jaya Semarang.

Apakah Benar Gedung Lawang Sewu Ini Sangat Angker

Sejarah Berdirinya Lawang Sewu
vemale.com

Mengenai kisah cerita mistis tentang keangkeran Lawang Sewu ini telah terdengar luas pada telingan masyarakat, terutama masyarakat-masyarakat Kota Semarang.

Ada berbagai macam versi cerita mengenai keangkeran Gedung Lawang Sewu ini, dimulai dari ruangan bawah tanah yang terdapat banyak hantunya.

kemudian juga ada yang menyebutkan bahwa ada beberapa tempat yang berada di kawasan Gedung Lawang Sewu ini merupakan rumah bagi makhluk-makhluk halus yang berada di gedung tersebut.

Cerita-cerita tentang keangkeran itu entah benar atau engga, karena saya belum pernah mengalami kejadian-kejadian aneh ketika sedang berada dikawasan Gedung Lawang Sewu tersebut, dan mudah-mudahan tidak akan kedajian hal-hal negatif mengenai diri saya. Amin.

Namun cerita-cerita tentang keangkeran Gedung Lawang Sewu ini telah dialami lebih dari satu, dua, atau tiga orang saja, melainkan banyak sekali yang pernah mengalami hal-hal aneh ketika sedang berada dikawasan Gedung Lawang Sewu tersebut.

Tetapi berdasarkan isu yang telah beredar kemana-mana, pada seluruh bagian dari bangunan gedung tersebut terdapat penunggu makhluk-makhluk halus dari berbagai jenis.

Jenis-jenis makhluk-makhluk halus tersebut yaitu, seperti wujudnya tentara-tentara Belanda, Gendoruwo, Kuntilanak, Nonik Belanda, dan makhluk-makhluk lainnya.

Ruangan yang terkenal dengan keangkeran pada gedung ini yaitu, seperti Bagian Sumur Tua, Lorong Lorong Penjara, Penjara Jongkok, dan Ruang Penyiksaan.

Ditempat itulah yang sangat kerap dijumpai penampakan oleh makhluk-makhluk astral.

Ruang penjara berdiri ini, waktu itu ketika masih dijaman penjajahan digunakan sebagai tempat penampungan para tahanan. Para tahanan-tahanan pun dimasukkan kedalam penjara tersebut dengan cara berdesak-desakan, dan sangat tragis.

Dengan kekejaman para penjajah dahulu, ditempat itu tidak sedikit dari mereka yang meninggal dunia ketika masih berada di Penjara Berdiri tersebut.

Penjara jongkok juga memiliki fungsi yang sama dengan penjara berdiri, fungsinya itu untuk menahan para pejuang-pejuang Indonesia, Tetapi penjara duduk ini memiliki perbedaan dengan penjara berdiri.

Perbedaan penjara jongkok dengan penjara berdiri itu adalah penjara jongkok ini merupakan sebuah ruangan yang sempit, tinggi dari ruang tahanan ini hanya sekitar 1,5 meter saja.

Apakah bisa kalian bayangkan betapa pedihnya penderitaan-penderitaan para pejuang Negara Indonesia ini?

Itulah cerita-cerita yang melatarbelakangi kerpanya ada kejadian penampakan-penampakan makhluk-makhluk halus yang muncul di Gedung Lawang Sewu ini.

Kependudukan Negara Jepang

Sejarah Berdirinya Lawang Sewu
jelajah-nesia2.blogspot.co.id/

Ketika bangunan Gedung Lawang Sewu inin dikuasai oleh penduduk Jepang, banungan ini dijadikan markas militer Jepang, Kidobutai, dan Kempetai. Ketika itulah terjadinya pertempuran selama lima hari didaerah Semarang.

Tanggal 14-19 Oktober tahun 1945, Pasukan-pasukan Angkatan Muda Kereta Api melawan kidobutai dan Kempetai, Dan pertempuran itu dimenangkan oleh AMKA (Angkatan Muda Kereta Api).

Pertempuran dengan Negara Jepang yang dimenangi oleh AMKA ini, memakan korban jiwa sebanyak 2.000 orang dari orang indonesia, dan 850 orang dari tentara-tentara Jepang.

Dibangunnya Tugu Muda Pada tahun 1951 itu untuk mengenang para pahlawan-pahlawan yang berguguran ketika saat pertempuran lima hari di Semarang.

Bukan hanya itu saja, bekas-bekas makam yang berada di area depan Lawang Sewu ini diberi dengan tanda yang berupa potongan-potongan rel kereta api, potonga-potongan rel kereta api itu ditimbun ditanah secara vertikal, dan 20 CM menyembul keluar.

Bangunan Gedung Lawang Sewu Setelah di Renovasi

Sejarah Berdirinya Lawang Sewu
lampost.co

Gedung Lawang Sewu ini sudah mempunyai usia yang sangat tua, nah maka dari itu beberapa bagian-bagian gedung ini harus di renovasi ulang. Tetapi, proses renovasi tersebut sebisa mungkin dibuat dengan tidak menghilangkan dari bentuk aslinya.

Pengelola gedung ini melakukan renovasi ulang gedung-gedung tersebut agar terlihat lebih indah, dan lebih bersih kembali. Dan gedung Lawang Sewu ini telah mengalami renovasi yang dilakukan oleh pihak pengelola gedung tersebut.

Saat ini, Gedung Lawang Sewu yang terkenal dengan keangerannya telah dikelola oleh PT.KAI.INDONESIA.

Renovasi gedung tersebut dimulai dari melakukan membersihkan kotoran-kotoran dinding dengan mengecet ulan dinding-dinding gedung tersebut, dan melakukan perbaikan-perbaikan ruangan yang telah rapuh/rusak.

Gedung ini yang dulunya terkenal sangat angker, Setelah selesai melakukan renovasi ulang, seperti mengecet ulang cat-cat dinding yang telah pudar, gedung ini pun tak lagi keliatan angker seperti sebelumnya.

Gedung Lawang Sewu Telah Menjadi Rapih dan Bersih

sejarah berdirinya lawang sewu
initempatwisata.com

Sesudah mengalami renovasi ulang, maka Gedung Lawang Sewu ini telah diresmakan untuk dijadikan tempat wisata edukasi bagi Pelajar, Mahasiswa, atau Umum. Awal mula pembukaan dan peresmian gedung tersebut, pada tanggal 5 Juli 2011.

Gedung Lawang Sewu ini telah diresmikan/disahkan untuk dijadikan tempat wisata edukasi bagi para pelajar, ataupun umum, oleh Ibu Negara, yaitu Ibu Ani Bambang Yudhoyono, yang pada saat itu masih jaman kemimpinan Presiden Pak SBY.

Itulah sejarah dan kisah cerita-cerita tentang hal-hal mistis yang berada dilingkungan Gedung Lawang Sewu tersebut.

Mungkin haya ini saja informasi yang bisa saya sampaikan, kurang atau lebihnya penyampaian informasi tersebut, berdesarkan diri saya pribadi yang menulis artikel ini, saya mohon maf yang sebesar-besarnya.

Selamat membaca teman-teman, semoga informasi yang saya tulis ini bermanfaat 🙂
Terimakasih telah berkunjung ke website saya 🙂

Ditunggu Artikel selanjutnya yah 🙂

Tinggalkan komentar