suku baduy banten

Suku Baduy Banten, Mengenal Kehidupan dan Penjelasan Sejarah [Lengkap]

SUKU BADUY BANTEN – Di Negara yang kaya dengan berbagai macam seni dan budaya, Negara Indonesia ini ditempati dengan berbagai macam suku yang menetap di berbagai pelosok nusantara. Keutamaan lokal dengan adat istiadat-nya menjaga kelestarian-kelestarian alam di Negara Indonesia sampai benar-benar mampu terjaga dengan begitu baik dan menyatu dengan alam.

Suku Baduy Banten tersisip diantara banyaknya suku-suku yang ada di Negara Indonesia. Kelompok kesukuan sunda atau masyarakat Suku Baduy Banten ini tinggal bersama alam di wilayah Pegunungan Kendeng, Kecamatan Leuwidamar, Desa Kendes, Lebak, Banten.

Suku Baduy ini terbagi dengan dua golongan, yang mana golongan-golongan tersebut disebut dengan Suku Baduy dalam dan Suku Baduy luar.

Perbedaan-perbadaan dari kedua suku ini ialah, yaitu terdapat perbedaan dalam menjalankan aturan-aturan ketika sedang pelaksanaan adat.

Apabila Suku Baduy dalam masih berpegang teguh dengan adat istiadat dan menjalankan aturan-aturan adat dengan baik, maka sebaliknya tidak dengan saudaranya yaitu Suku Baduy luar.

Perbedaan-perbedaan antara Suku Baduy dalam dan Suku Baduy Luar ini terlihat dari cara menggunakan pakaiannya.

Pakaian-Pakaian adat atau baju yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari Baduy Luar yaitu terlihat dari balutan-balutan warna yang berwarna putih, terkadang perbedaan dalam pakaian tersebut hanya pada bagian celana saja yang mana warna dari celana itu adalah hitam atau biru tua

Perbedaan lainnya terlihat dari cara berpakaian yang dikenakan. Pakaian adat atau baju dalam keseharian Baduy Luar tersirat dalam balutan warna putih yang mendominasi, kadang hanya bagian celananya saja bewarna hitam ataupun biru tua.

Perbedaan Suku Baduy dalam dan Suku Baduy Luar

suku baduy banten
portalnewsindo.blogspot.com

Suku Baduy ini terbagi menjadi 2 bagian, yang mana bagian-bagian tersebut adalah suku baduy dalam dan suku baduy luar. Diantara 2 bagian kelompok suku baduy ini memiliki perbedaan-perbedaan diantara keduanya, perbedaan-perbedaan tersebut terletak ketika sedang menjalankan peraturan-peraturan adat.

Masyarakat suku baduy dalam ini masih berpegang teguh dengan aturan-aturan adat mereka dan menjankan peraturan-peraturan adat mereka dengan sebaik mungkin, berbeda halnya dengan masyarakat baduy luar, masyarakat baduy luar kehidupannya telah terpengaruh oleh pola hidupnya masyarakat-masyarakat modern seperti pada zaman sekarang ini.

Kehidupan masyarakat baduy dalam dan masyarakat baduy luar ini sudah sangat berbeda, kehidupan pada masyarakat baduy dalam ini masih dengan aturan-aturan yang sangat ketat, yaitu melarang untuk menggunakan barang-barang elektronik seperti Hanphone, Televisi, Radio, dan lain sebagainya.

Penduduk-penduduk suku baduy dalam lebih memilih hidup tanpa adanya aluran listrik, tanpa adanya alas kaki seperti sepatu dan sandal, dan setiap hendak bepergian selalu jalan kaki tanpa menggunakan angkutan-angkutan umum seperti mobil dan motor.

Masyarakat baduy dalam ini menggunakan pakaian yang berwarna putih yang mana pakaian tersebut masih dalam keadaan suci, tetapi masyarakat-masyarakat baduy luar menggunakan pakaian yang berwarna hitam, dan celananya berwarna biru dongker, yang mana pakaian tersebut menandakan bahwa masyarakat baduy luar ini sudah tidak suci lagi.

Dalam pembuatan rumahnya saja masyarakat baduy dalam dan baduy luar sangat berbeda sekali, masyarakat-masyarakat baduy luar apabila mereka ingin membangun rumah, maka mereka ini menggunakan alat bantu seperti gergaji, palu dan alat-alat bantu sebagainya yang sangat dilarang keras untuk digunakan oleh masyarakat baduy dalam.

Demi menjaga kelestarian alam, masyarakat-masyarakat baduy dalam apabila ingin membangun rumah, maka mereka membangun pondasi-nya itu dengan menggunakan bahan-bahan batu dari kali, hal ini dilakukan karena ingin menjaga kelestarian pada alam.

Membangun pondasi dengan bebatuan dari kali itu tanpa melakukan penggalian tanah terlebih dahulu, maka sudah tak ragukan lagi apabila tekstur pada tanah di pemukiman penduduk baduy dalam ini masih terlihat alami dan bergelombang serta tidak ada terjadinya longsor.

Bukan hanya dengan pembangunan rumah saja, tetapi dengan cara mereka mandi dan cara mereka menggunakan bahan-bahan kimia seperti sampo dan sabun yang dibolehkan untuk di gunakan oleh masyarakat baduy luar.

sementara untuk masyarakat baduy dalam ini masih sangat dilarang untuk menggunakan bahan-bahan kimia seperti itu, karena menurut mereka apabila menggunakan bahan-bahan kimia untuk mandi dapat mencemari alam-alam disekitar mereka.

Walaupun diantara suku ini memiliki perbedaan, nilai luhur pada adat suku baduy ini masih di genggam dengan kuat dan selalu diwariskan secara turun menurun oleh seluruh masyarakatnya.

Adanya hal ini sudah ditanam sejak dini melewati tradisi-tradisi ngolak, yang mana tradisi ngolak ini artinya pendidikan orang tua kepada anak-anaknya untuk mengajarkan bagaimana menjalani hidup dengan apa adanya, kekeluargaan melalui gotong royong, dan hidup dengan kesederhanaan.

Kehidupan Suku Baduy

suku baduy banten
handinyekapertiwi.blogspot.co.id

Di Negara indonesia dari Sabang sampai Merauke, banyak sekali ragam budaya dan ragam suku yang sudah ada dari ratusan tahun yang lalu. Salah satu suku yang sudah ada pada ratusan tahun lalu adalah Suku Baduy, yang mana suku baduy ini terletak di daerah Provinsi Banten.

Suku Baduy adalah salah satu suku yang menjaga dan mempertahankan nilai kebudayaan adat dari peninggalan leluhurnya, mereka (Masyarakat Baduy) agak sedikit terjaga dari kehidupan dunia luar, yang mana suku baduy ini menjalani hidup mandiri tanpa ada sedikitpun sentuhan-sentuhan teknologi.

Mereka ini memiliki alasan-alasan tersendiri untuk mengasingkan dirinya dari kehidupan atau aturan-aturan dunia luar, namun mereka ini berusaha untuk menjaga dan mempertahankan adat kebudayaan yang telah diturunkan oleh leluhur-leluhur mereka terlebih dahulu.

Namun, bukan berarti mereka ini menutupi diri dari masyarakat-masyarakat luar, mereka ini masih bisa diajak berbicara atau berinteraksi seperti pada umumnya, tapi tetap harus patuh terhadap peraturan-peraturan adat yang berlaku.

Dibawah ini akan ada penjelasan tentang kehidupan suku baduy yang biasa mereka jalankan.

1. Masyarakat Baduy Mempunyai Cita-Cita Sederhana

suku baduy banten
yukepo.com

Kesederhanaan dari penduduk Suku Baduy ini bukan hanya dari pola kehidupannya saja, tetapi cita-cita dari mereka ini dapat dikatakan sangat sederhana sekali.

Orang tua suku Baduy ini berharap kepada sang anak untuk mempunyai cita-cita hanya sebatas untuk membantu orang tuanya berladang saja, tidak lebih dari itu, intinya setiap orang tua didaerah baduy tak ingin anaknya untuk menjadi bartender coffe atau menjadi stand up comedian.

Semua orang tua di Baduy berharap kepada anaknya, bahwa jika anaknya besar nanti dia bisa membantu orang tuanya untuk berladang dan bercocok tanam.

2. Di Suku Baduy Masih Menggunakan Perjodohan Untuk Menikahkan Laki-Laki dan Wanita

suku baduy banten
yukepo.com

Sama seperti kisah dari Siti Nurbaya, suku Baduy ini masih menggunakan perjodohan untuk menikah kan anak laki-laki-nya dan anak perempuan-nya. Semua orang tua didaerah baduy akan menjodohkan anaknya dengan sesama Suku Baduy.

Ketika anak perempuannya sudah berusia 14 tahun, maka disitu orang tuanya akan mencarikan anak perempuannya itu dengan sesosok lelaki dari Suku Baduy dalam untuk dijodohkan dan di nikah kan.

Tetapi, orang tua laki-laki dari Suku Baduy dalam berhak bebas memilih mana yang tepat untuk dinikahkan dengan anak laki-lakinya.

3. Larangan Unruk Berkunjung Selama 3 Bulan

suku baduy banten
dagelan.co

Meskipun masyarakat baduy bukan terdiri dari agama Islam, tetapi mereka juga suka melakukan ibadah puasa sebanyak tiga kali selama satu sampai tiga bulan berturut-turut.

Kegiatan puasa di Suku Baduy ini disebut dengan kegiatan “Kawalu”. Ketika masyarakat Baduy sedang melaksanakan kawalu, orang-orang luar Baduy dilarang masuk ke daerah Baduy dalam, orang-orang luar boleh tetap masuk tetapi dibatasi hanya di wilayah Baduy luar saja, itupun dilarang untuk bermalam.

Masyarakat Suku Baduy Banten ini menganggap bahwa Kawalu ini merupakan salah satu kegiata adat yang sangat suci dan tidak boleh ditanggalkan apalagi sampai mendapat gangguan dari orang-orang luar.

Selama menjalankan ibadah Kawalu, Orang-orang Baduy memohon doa untuk para leluhur mereka atau nenek-nenek mouang supaya senantiasa diberi keselamatan dan kesejahteraan.

Sejarah Suku Baduy

suku baduy banten
Bojig.com

Orang Baduy atau orang Kanekes ialah satu kelompok penduduk adat Sunda di daerah Kabupaten, Lebak, Banten. Sebutan kata dari kata “Baduy” ini adalah sebutan dari para ahli peneliti dari Negara Belanda yang katanya sebutan Baduy ini menyamakan mereka dengan Suku Arab Badawi.

Terdapat dua kategori penduduk di daerah Baduy, penduduk Baduy Luar adalah orang-prang yang sudah mengeluarkan diri dari adat dan daerah Baduy dalam, tetapi Baduy dalam merupakan bagian keseluruhan dan keutuhan dari Suku Baduy.

Tak seperti penduduk Baduy luar, penduduk Baduy dalam ini masih berpegang teguh dengan erat terhadap adat dan istiadat dai nenek moyang mereka yang di wariskan secara turun menurun ke anak dan cucu mereka.

Intinya, peraturan-peraturan yang terdapat di Baduy dalam dan Baduy luar ini hampir sama, namun Baduy luar ini lebih mengenali yang namanya sistem teknologi dibadingkan dengan penduduk Baduy dalam yang tak mengetahui apa-apa tentang sistem teknologi.

Itulah sedikit pembahasan untuk kalian tentang Suku Baduy Banten dari berbagai sumber, semoga adanya pembahasan ini menjadi tambahan wawasan ilmu pengetahuan kalian dan bermanfaat bagi kalian yang membacanya.

Terimakasih, Jangan lupa di share juga yah biar bisa bermanfaat untuk banyak orang 🙂

 

Tinggalkan komentar